Breaking News:

KKB Papua

Warga Sekitar Posramil Kisor Masih Takut untuk Balik ke Rumah, Aparat Diminta Hentikan Operasinya

Warga sekitar Posramil Kisor di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, masih trauma atas insiden penyerangan yang menewaskan 4 TNI.

Editor: Claudia Noventa
Tribun-Papua.com/Istimewa
Kondisi masyarakat Maybrat, Papua Barat, yang mengungsi ke hutan, pasca gugurnya 4 prajurit TNI Kisor.(istimewa) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Warga sekitar Posramil Kisor di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, masih trauma atas insiden penyerangan yang menewaskan 4 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Meski seminggu berlalu, warga masih ketakutan hingga 24 kampung memilih tetap mengungsi di hutan.

Diketahui, para pengungsi berasal dari sejumlah kampung di sekitar lokasi penyerangan.

Kondisi Posramil Kisor, Maybrat, Papua Barat.
Kondisi Posramil Kisor, Maybrat, Papua Barat. (Dok Kodam XVIII/Kasuari)

Baca juga: Sebelum Tewas, Salah Satu Anggota TNI Korban Pembantaian sempat cari Pertolongan Medis

Baca juga: Lari ke Hutan Para Pelaku Pembantaian 4 TNI AD di Maybrat, Miliki 20 Senjata Api

Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP) Yan Christian Warinussy mengatakan, 24 kampung tersebut terdiri dari 18 kampung dari Distrik Aifat Selatan dan 6 kampung Aifat Timur.

Dari jumlah tersebut, data pengungsi dari Aifat Selatan bahkan mencapai 500 hingga 700 jiwa.

Beberapa di antaranya, adalah perempuan dan anak-anak.

"24 kampung yang warganya mengungsi akibat trauma atas penyerangan itu," kata Yan, Rabu (8/9/2021).

Berharap Pihak Gereja Bujuk Warga Keluar dari Hutan

Dia pun meminta aparat menghentikan operasi jika situasi memang benar-benar telah kondusif.

Yan juga berharap pihak gereja membujuk masyarakat yang masih mengungsi, keluar dari hutan.

"Di sisi lain saya minta untuk aparat TNI-Polri untuk menghentikan operasinya dan memberikan kesempatan kepada pihak gereja Pendeta dan Uskup yang mayoritas Kristen dan Katolik di sana mengimbau agar masyarakat yang mengungsi kembali ke kampungnya untuk beraktivitas seperti biasanya," ujar Yan.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan dan Rudapaksa Wanita Paru Baya Teracam Belasan Tahun Penjara

Keterlibatan pihak gereja sangat penting untuk bertemu dengan warga dan mengajak mereka kembali ke kampung.

"Saya juga berharap kepada petugas kemanusiaan melalui Pemerintah Kabupaten Maybrat Dinas Kesehatan untuk membantu melakukan pelayanan kesehatan terhadap warga yang mengungsi,"kata Yan Christian Warinussy.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Hampir Sepekan Usai Penyerangan Posramil Kisor, Warga 24 Kampung di Maybrat Masih Mengungsi di Hutan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved