Breaking News:

Dokter Bedah RSUD Klungkung Bali Tarik Pungli Rp800 Ribu ke Pasiennya, Tak Hanya Sekali Beraksi

Seorang dokter bedah di RSUD Kabupaten Klungkung Bali melakukan pungutan liar (pungli) dengan meminta uang pada pasiennya.

manchester.ac.uk
ilustrasi dokter - Seorang dokter bedah di RSUD Kabupaten Klungkung Bali melakukan pungutan liar (pungli) dengan meminta uang pada pasiennya. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang dokter bedah di RSUD Kabupaten Klungkung Bali melakukan pungutan liar (pungli) dengan meminta uang pada pasiennya.

Karena perbuatannya, dokter berinisial B yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) ini pun ijatuhi sanksi berupa penurunan pangkat jabatan.

Direktur RSUD Klungkung, I Nyoman Kesuma mengatakan, pihaknya telah melakukan proses internal perihal kasus pungli yang dilakukan oleh B.

Baca juga: Seorang Pria Ditangkap seusai Bentangkan Poster saat Rombongan Jokowi Lewat, Fadli Zon: Itu Aspirasi

Baca juga: Pangdam Cenderawasih: Senjata Api Ditemukan di Pegubin dari Bougenville Papua Nugini

Hasil pemeriksaan tersebut sudah diserahkan kepada Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Selanjutnya, pemerintah daerah menjatuhkan sanksi.

"Pak Bupati sudah menandatangani terkait dengan Surat Keputusan bupati dan menjatuhkan sanksi berupa penurunan pangkat golongan, dari sebelumnya golongan IV A diturunkan ke satu tingkat lebih rendah jadi golongan III D," kata Kesuma saat dihubungi, Rabu (8/9/2021).

Tarik uang Rp 800.000 ke pasien

Kesuma menuturkan, kasus pungli yang dilakukan oleh B tersebut terjadi pada April 2021 lalu saat salah seorang warga asal Nusa Lembongan akan melakukan operasi.

Ketika itu, salah satu alat yang akan digunakan tak tersedia di RSUD Klungkung.

B kemudian meminta uang sebesar Rp 800.000 kepada pasien sebagai uang pengadaan alat yang dimaksud.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved