Dokter Bedah RSUD Klungkung Bali Tarik Pungli Rp800 Ribu ke Pasiennya, Tak Hanya Sekali Beraksi

Seorang dokter bedah di RSUD Kabupaten Klungkung Bali melakukan pungutan liar (pungli) dengan meminta uang pada pasiennya.

manchester.ac.uk
ilustrasi dokter - Seorang dokter bedah di RSUD Kabupaten Klungkung Bali melakukan pungutan liar (pungli) dengan meminta uang pada pasiennya. 

Usai dilakukan proses penyelidikan, pelaku pungli kemudian mengarah ke B yang pada tahun 2015 lalu juga melakukan hal serupa.

"Ini yang kedua kali, dulu tahun 2015 pernah juga diproses pada saat itu diberikan sanksi penundaan kenaikan pangkat. Yang 2021 ini ternyata masih orang yang sama, makanya dikasih sanksi yang lebih berat," tuturnya.

Pihak RS, lanjut Kesuma, belum menerima laporan adanya korban lain yang ditemukan.

Baca juga: Oknum Kepala Suku di Papua Jadi Pelaku Pembakaran 10 Ruko dan Polsek, Dipicu Konflik 2 Keluarga

Meski begitu, ia sudah mengambil langkah antisipasi agar kejadian serupa tak terulang di kemudian hari.

Salah satunya, melakukan pengawasan lebih ketat seperti membuat pengumuman-pengumuman di masing-masing unit atau ruang pelayanan RS agar warga tak melayani permintaan pembayaran di luar kasir resmi.

"Jadi kalau ada yang minta pembayaran di luar kasir resmi, hendaknya melapor ke nomor yang sudah kita cantumkan di pengumuman," kata dia.

Selain itu, ia pun sudah memberikan peringatan kepada dokter atau pun pegawai di RSUD Klungkung untuk mematuhi aturan yang berlaku

"Pegawai harus memahami dan mengikuti tata tertib dan aturan yang ada. Harus diikuti," pungkasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tarik Pungli Rp 800.000 ke Pasien Operasi, Dokter Bedah RSUD Klungkung Bali Disanksi Turun Pangkat"

 
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved