Breaking News:

KKB Papua

Bujuk Ratusan Pengungsi Kembali ke Rumah, Bupati Maybrat: Polisi dan TNI Pelindung Rakyat

Sebagian besar warga mengaku masih takut kembali ke rumah karena trauma akibat kejadian penyerangan yang menyebabkan gugurnya empat prajurit TNI.

Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Kompas.com
Bupati Maybrat Bernard Sagrim bersama Dandim 1809/Maybrat kunjungi Warga pengungsian. (Maichel KOMPAS.com) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sebanyak 445 warga yang berada di 9 kampung di Aifat Raya masih mengungsi di Kantor Kampung Tehak Kecil Distrik Aitinyo, Kabupaten Papua Barat.

Mereka mengungsi lantaran ketakutan setelah terjadi insiden penyerangan di Posramil Kisor pada Kamis (2/9/2021) lalu.

Sebagian besar warga mengaku masih takut kembali ke rumah karena trauma akibat kejadian penyerangan yang menyebabkan gugurnya empat prajurit TNI tersebut.

Bupati Maybrat Bernard Sagrim dan Dandim Maybrat 1809/Maybrat Letkol Inf Harry Ismail mendatangi pengungsian untuk melihat kondisi kesehatan warga.

Baca juga: 445 Warga Maybrat Mengungsi ke Pedalaman, Bupati: Jangan Takut, Kami Jamin Keselamatan

Baca juga: Pendidikan Anak di Pengungsian Terhenti, Ini Kata Bupati Maybrat

Bupati memerintahkan Dinas Kesehatan dan Puskesmas melakukan pemeriksaan kesehatan pengungsi yang mayoritas terdiri dari perempuan dan anak-anak.

"Warga yang mengungsi ada 9 kampung berjumlah 127 kepala keluarga (KK) dan 445 jiwa, mereka sementara mengungsi di Distrik Aitinyo Raya," kata Bernard Sagrim, pada Kamis (9/9/2021).

Bernard berharap, warga bisa kembali ke rumah mereka masing-masing.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bupati dan Aparat Tinjau Pengungsi Maybrat Pascapenyerangan Posramil Kisor

Dia memastikan, pasca-penyerangan Posramil Kisor, kondisi di Kabupaten Maybrat aman terkendali.

Terlebih, setelah adanya kunjungan Gubernur Papua Barat, Pangdam XVIII /Kasuari dan Kapolda Papua yang memberikan jaminan keamanan di Maybrat.

"Aparat TNI-Polri hadir untuk melindungi masyarakat bukan menakuti, negara hadir untuk memberikan kepastian perlindungan. Yang dikejar pelaku bukan masyarakat," ujar Bernard Sagrim.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved