Breaking News:

PON XX Papua

Bidang Sosek Sub PB PON XX Kabupaten Jayapura Sosialisasikan Pembayaran Nontunai Bagi Pelaku UMKM

Bidang IV Sarana Prasarana Penunjang pada Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura menggelar sosialisasi tentang penggunaan sistem pembayaran nontunai

Editor: Musa Abubar
Istimewa
Suasana Sosialisasi tentang penggunaan sistem pembayaran non tunai bagi pelaku UMKM 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Bidang IV Sarana Prasarana Penunjang pada Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura menggelar sosialisasi tentang penggunaan sistem pembayaran nontunai bagi 100 Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Dalam rangka mendukung pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2021, Sub Bidang Sosial Ekonomi yang berada di bawah Bidang IV Sarana Prasarana Penunjang pada Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura menggelar sosialisasi tentang penggunaan sistem pembayaran nontunai bagi 100 UMKM yang telah terdaftar untuk menjual produk-produknya saat berlangsungnya iven PON XX nanti di Oktober 2021 mendatang.

Baca juga: Hari Ini Pemeriksaan Saksi Soal Oknum Pejabat dan Politisi Papua Diduga Rudapaksa Siswi SMU

Sosialisasi itu diikuti oleh perwakilan dari pelaku UMKM yang terdiri dari kuliner, craft dan souvernir.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Cokelat Khenambay Umbay, Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura itu dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Sub PB PON XX Mathius Awoitauw, bersama Staf Khusus (Stafsus) Presiden Billy Mambrasar.

Turut dihadir Koordinator Sub Bidang Sosial Ekonomi dibawah Bidang IV Sarana Prasarana Penunjang pada Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura Yos Levie Yoku dan anggota Sub Bidang Sosial Ekonomi Ir. H. Sambodo Samiyana.

Baca juga: Pimpinan KNPB Maybrat Silas Ki Masih Buruon, Polisi: 3 Orang Kami Amankan

Tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk memperkenalkan sistem pembayaran non tunai kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Jayapura.

Koordinator Sub Bidang Sosial Ekonomi pada Bidang IV Sarana Prasarana Penunjang Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura Yos Levie Yoku menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi kepada para pelaku UMKM yang akan terlibat pada PON XX di Klaster Kabupaten Jayapura, terkait dengan pembayaran non tunai dan bekerjasama dengan pihak perbankan yang menyiapkan aplikasi Non Tunai ini.

Baca juga: Persipura Sedang Mencari Keseimbangan Baru

"Berkaitan dengan kegiatan sosialisasi yang kami lakukan pada hari ini, sebenarnya itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka UMKM mendukung PON XX Papua Tahun 2021,"katanya kepada Tribun-Papua.com, Senin (13/9/2021).

"Kami mencoba untuk mengantisipasi ketika para pengunjung maupun tim yang datang ke venue-venue itu tidak membawa uang dalam bentuk tunai,"ujarnya.

Baca juga: Beri Sinyal, Hedipo Gustavo: Vaksin Sosis Pertama Selesai

Yos Levie Yoku yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Jayapura ini mengatakan, aplikasi nontunai QRIS atau (QR Code Indonesia Standard) yang disiapkan oleh perbankan bagi pelaku UMKM ini akan sangat memudahkan para tamu atau pengunjung yang akan bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah banyak.

"Sehingga kami bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menyiapkan aplikasi-aplikasi atau semacam barcode. Supaya memudahkan proses pembayaran produk souvernir atau kuliner yang dipajang oleh pelaku UMKM di venue-venue PON," katanya.

Baca juga: KKB Kembali Berulah di Pegunungan Bintang, 70 Pekerja Jalan Trans Papua Dievakuasi

Sementara itu, Anggota Sub Bidang Sosial Ekonomi pada Bidang IV Sarana Prasarana Penunjang Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura, Ir. H. Sambodo Samiyana, menyebut sosialisasi itu sekaligus memperkenalkan produk-produk UMKM yang ada di Kabupaten Jayapura kepada Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden RI Joko Widodo.

"Jadi kegiatan ini untuk memperkenalkan produk-produk UMKM yang ada di daerah ini kepada Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, guna melaporkan ke pak presiden Jokowi,"ujarnya.

Baca juga: Tergiur Upah Rp21 Juta, Sopir di Medan Nekat Bawa 30 Kg Ganja yang Ditaruh Dalam Karung

100 tenda bagi UMKM yang telah terdata dan terdaftar di Sub Bidang Sosial Ekonomi ini mulai didirikan sejak pekan kemarin untuk melakukan uji coba pemasaran produknya masing-masing di lokasi yang telah ditentukan.

Untuk mengantisipasi permintaan tempat di luar 100 pelaku UMKM yang sudah terdaftar, ia menambahkan, pihaknya masih akan menerima, hanya saja penempatannya berada di luar venue PON, seperti tempat wisata atau tempat keramaian lainnya didaerah itu.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved