Breaking News:

Oknum Petugas Dishub DKI yang Pungli Sopir Bus Kembalikan Uang Rp500 Ribu, Begini Kronologinya

Oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengembalikan uang Rp 500.000 milik Sopir bus bernama Eko Saputro.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(Dok Forum Warga Kota Jakarta (Fakta))
Petugas Dishub menghentikan bus yang mengangkut warga ke lokasi vaksinasi Covid-19, Selasa (7/9/2021). Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan menyebut, dua petugas itu memeras supir bus dengan meminta uang Rp 500.000. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengembalikan uang Rp 500.000 milik Sopir bus bernama Eko Saputro.

Sebelumnya, Eko diperas oleh dua oknum petugas Dishub dalam perjalanan mengantar warga yang hendak mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Dia datang ke pul bus hari Rabu (8/9/2021), Pak S dengan Pak SG. Dia bilang mau nyerahkan uang, 'Saya mau memulangkan uang'," kata Eko dalam konferensi pers virtual yang berlangsung Senin, (13/9/2021).

"Saya terima, ada tanda terima sama foto di kantor saya," lanjutnya.

Baca juga: KKB Papua Bikin Onar di Pegunungan Bintang, Fasilitas Kesehatan Dibakar dan 1 TNI Tertembak

Baca juga: BPJS Luncurkan Care Center 165,Simplifikasi Rujukan Thalasemia dan Hemofilia dan Jurnal JKN

Peristiwa pemerasan itu terjadi pada Selasa (7/9/2021) pagi, ketika Eko mengantar warga dari Kampung Penas, Jakarta Timur, menuju sentra vaksinasi di Sheraton Media Hotel, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

"Pada saat itu kita jalan menuju Hotel Sheraton dari Penas, tiba-tiba di depan ITC Cempaka Mas disetop oleh petugas Dishub, ada dua orang," ucap Eko.

Eko pun menjelaskan tujuan mengantar para warga. Namun, dua petugas Dishub mengatakan akan membawa bus setelah memeriksa surat-surat kendaraan Eko.

Eko pun meminta agar dirinya dipersilakan mengantar warga yang hendak vaksinasi terlebih dahulu.

Sesampainya di hotel, kedua petugas tersebut kemudian meminta Eko menyerahkan uang sebesar Rp 500.000.

"Awalnya saya dibentak dulu sama Pak SG, 'Lu mau dibantu enggak? Kok jadi lu yang ngatur.' Dari situ mulailah bicara dari angka transaksi, Pak S bilang komandan minta uang Rp 500.000. Pak S itu dapat izin dari komandannya SG supaya mobil enggak ditarik saya disuruh bayar segitu," ungkapnya.

Baca juga: Pegunungan Bintang Papua kembali Memanas, 1 TNI Tertembak

Baca juga: Diduga Kaget Dengar Suara Petir, Seorang Petani di Pringsewu Lampung Tewas di Dalam Gubuk

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved