Breaking News:

Papua Barat Terkini

Hutan Sagu Papua Barat Digadang-gadang Jadi Agrowisata, Proyek Baru?

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong lahan hutan sagu di Papua Barat menjadi kawasan agrowisata. Proyek baru?

Editor: Paul Manahara Tambunan
TRIBUN-PAPUA.COM
PANGAN LOKAL PAPUA - Proses pengolahan Sagu yang sedang dilakukan oleh mama-mama Papua, di Kampung Abar Distrik Ebungfau Kabupaten Jayapura Papua Minggu (18/7/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong lahan hutan sagu di Sorong, Papua Barat menjadi kawasan agrowisata.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hal itu untuk mewujudkan pertanian yang maju menuju kedaulatan pangan di Papua Barat.

Dorongan tersebut juga dilakukan demi mewujudkan hilirisasi yang dilakukan oleh para pelaku pertanian, bekerja sama untuk mendapatkan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ini integrated farm, tolong Muspida koordinasi bantu Bupati untuk kerubutin, kita buat industrinya, tidak hanya sagu saja, tidak hanya saja Melki (petani) membuat sagu saja, tapi sekitarnya ada peternakan."

Baca juga: Digugat ke PTUN Karena Bela Hak Adat, Ini Alasan Bupati Sorong Cabut Izin Perusahaan Sawit

Baca juga: Dukung Bupati Sorong Lindungi Hutan, Ini Seruan Duta Pembangunan Berkelanjutan Papua

"Di sana ada buah horti, kemudian tanaman pangan, dan lainnya, jadi ada integrated farm dan modern, semua yang dimiliki rakyat,” kata Syahrul Yasin Limpo ketika melakukan kunjungan kerja di Distrik Aimas, kelurahan Malawi, kabupaten Sorong, beberapa waktu lalu.

Syahrul menegaskan Papua Barat merupakan wilayah penghasil sagu terbesar nusantara, dan berharap pertanian yang diusahakan secara bersama dapat dipoles dengan sentuhan teknologi melalui pelatihan-pelatihan.

“Di sini sagunya oke, dan pertanian nggak bisa sendiri-sendiri, harus ramai-ramai. Agrowisata, satu kali turun semua kena, jadi jangan cuma sagu, harus ada bimtek, istri-istri harus bimtek, anak muda harus kursus, kursus harus ada hasilnya, seperti sagu harus jadi mie, kemudian ada perlakuan teknologi, biar tampilan (pati) menjadi putih bersih,” ungkap Syahrul.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong lahan hutan sagu di Papua Barat menjadi kawasan agrowisata.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong lahan hutan sagu di Papua Barat menjadi kawasan agrowisata. (Tribun-Papua.com/Tribunnews.com)

Baca juga: Besok KM Labobar Masuk Pelabuhan Jayapura, Berikut Jadwal dan Harga Tiketnya

Lebih lanjut, mengatakan Syahrul, ebutkan beberapa syarat yang dapat menunjang pertanian di Sorong menjadi baik, mulai dari tunjangan infrastruktur alam, sumberdaya manusia dan modal yang dibutuhkan seperti penerapan kredit usaha bagi rakyat pertanian.

“Syarat pertanian yang bagus itu yang pertama lahannya oke, kemudiaan yang kedua airnya bagus, yang ketiga rakyatnya mau bersama pemerintah, jangan rakyat saja pemerintahnya nggak, atau pemerintahnya saja rakyatnya nggak, kemudian seterusnya membutuhkan pelatihan, lalu butuh modal Pak Jokowi sudah memberikan KUR,” kata Syahrul.

Baca juga: Setahun Pandemi, Harta Menteri Era Jokowi Naik 70,3 Persen: Sandiaga-Prabowo Tertinggi

Bupati Sorong Jhony Kamuru menyambut baik atas dilakukan pengembangan agrowisata di daerahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved