Breaking News:

KKB Papua

Minta Aparat Berantas KKB, Wakil Ketua MPR: Mestinya TNI yang Besar Bisa Menumpas sampai ke Akarnya

Kontak senjata menyebabkan seorang personel TNI Satgas Pamtas 403/WP mengalami luka tembak.

Editor: Claudia Noventa
Istimewa via Kompas.com
Kebulan asap yang berasal dari sejumlah bangunan yang dibakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kontak senjata menyebabkan seorang personel TNI Satgas Pamtas 403/WP mengalami luka tembak.

Diketahui, kontak senjata antara personel TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Jazilul Fawaid menyayangkan hal tersebut dan meminta agar TNI-Poli mengungkap pemasok senjata ke KKB di Papua.

"Menurut saya akar yang harus kita cari, salah satunya adalah jejaring mereka harus diputus. Termasuk jaringan untuk mendapatkan senjata,” kata Jazilul dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Kronologi Pecahnya Kontak Tembak di Distrik Kiwirok, Berawal KKB Bersenjata Pantau Pos Tinjau Pamtas

Baca juga: Ini Catatan Hitam Lamek Taplo, KKB Ngalum Kupel di Pegunungan Bintang

Jazilul berpandangan, konflik berkepanjangan dan selalu berulang di Papua menunjukkan kurang canggihnya aparat dalam memetakan lapangan seklaigus memitigasi dan mengantisipasi gerakan KKB.

Politikus PKB itu meyakini, jenis senjata yang digunakan oleh KKB tidak mungkin diproduksi Papua sehingga TNI-Polri mesti mengungkap pemasoknya.

"Mereka bukan kelompok yang terlalu besar, mestinya TNI yang sedemikian besar bisa menumpas ini sampai ke akar-akarnya sehingga tidak terus muncul setiap tahun, setiap musim. Salah satunya mencari otak dan penyuplai senjata darimana mereka mendapatkan senjatanya,” kata dia.

Di samping itu, anggota Komisi III DPR tersebut juga mendorong pemerintah untuk menggunakan pendekatan kemanusiaan, kebudayaan, dan kesejahteraan dalam menangani persoalan di Papua.

"Saya harap pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi konflik di Papua lebih holistik dan lebih canggih sehingga KKB di Papua dapat ditumpas hingga ke akar-akarnya," ujar Jazilul.

Baca juga: Detik-detik Warga Selamatkan Diri saat Rumah Terbawa Longsor, Jam 2 Pagi Dengar Suara Kayu Retak

Diberitakan, kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.

Akibat kejadian yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar.

"Senin, pukul 09.00 hingga 13.15 WIT, di Distrik Kiwirok telah terjadi kontak tembak antara personel Pos Kiwirok Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dan aksi pembakaran fasilitas umum serta pemukiman warga," ujar Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Christian Irreuw, melalui pesan singkat, Senin.

Fasilitas umum yang dibakar KKB adalah Puskesmas Kiwirok, Kantor Bank Papua Perwakilan Distrik Kiwirok, Kantor Distrik Kiwirok, Sekolah Dasar Kiwirok dan Pasar Kiwirok.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kontak Senjata di Papua, Pimpinan MPR Minta TNI-Polri Ungkap Pemasok Senjata KKB

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved