Breaking News:

Video Viral

VIRAL Video Aksi Pungli oleh Preman di Sumut, Warga Tak Boleh Lewat Jembatan kalau Tak Mau Bayar

Sebuah aksi pungutan liar atau pungli terjadi di Jembatan Tuntungan, Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumut.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(KOMPAS.COM/DEWANTORO)
Tangkapan layar unggahan video di akun @medanheadlines.news memperlihatkan aksi pungutan liar di jembatan Tuntungan. Videonya viral di media sosial. Seorang pelaku ditangkap Polsek Pancur Batu. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sebuah aksi pungutan liar atau pungli terjadi di Jembatan Tuntungan, Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumut.

Dalam video yang viral di media sosial, memperlihatkan sejumlah kendaraan bermotor antre saat melewati jembatan.

Dari video itu yang diunggah akun Instagram @medanheadlines.news, tertulis keterangan, 'Preman Tutup Jembatan Tuntungan Deli Serdang Yang Bayar Boleh Lewat'.

Tertulis juga keterangan, 'Preman setempat menutup akses jalan di jembatan Tuntungan Deli Serdang, yang gak mau bayar jalannya ditutup. Kalau gak bayar disuruh mutar jauh dari Pajak Melati sana. Kami mahasiswa UINSU terlanjur lewat situ mau gak mau harus bayar kalau gak mau mutar jauh," ujar Sahabat MH yang merupakan pengirim video.

Baca juga: Remaja Putri Digerebek Bersama 2 Pria di Hotel oleh Orangtuanya, Sebelumnya 3 Hari Tak Pulang

Video itu tayang hingga lebih dari 31.000 kali dengan ratusan komentar.

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Dedy Dharma membenarkan bahwa peristiwa dalam video itu.

Setelah video itu viral, personel Tekab Polsek Pancur Batu bergerak dan menangkap seorang pelaku berinisial FS pukul 19.00 WIB, Senin (13/9/2021).

FS tinggal di sekitar lokasi.

Kanit Intel turun ke lokasi dan melihat pelaku berdiri sambil memegang uang usai memberhentikan dan meminta uang kepada para pengendara yang hendak melintas.

Saat mengamankan FS, sekitar 4-5 orang rekan pelaku langsung melarikan diri.

Selanjutnya FS digelandang ke Mapolsek Pancur Batu untuk penyidikan lebih lanjut. 

"FS kita amankan dengan barang bukti (uang) hasil pungutan liarnya sebanyak 23 lembar yang pecahan Rp 500 hingga Rp 2.000," ujar Dedy melalui WhatsApp, Selasa (14/9/2021). 

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Preman Tutup Jembatan, yang Bayar Boleh Lewat, jika Tak Mau Beri Uang Dipaksa Putar Balik"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved