Breaking News:

Konflik Papua

Adriana Elizabeth: Dialog Bukan Solusi Penyelesaian Konflik di Tanah Papua

Peneliti senior LIPI Dr Adriana Elizabeth mengatakan penyelesain konflik bukan dengan dialog dan juga bukan solusinya. Itu hanya sebuah pendekatan.

Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Tribunnews.com
Tim Kajian Papua LIPI, DR Adriana Elisabeth, saat menghadiri dialog Polemik tentang kekerasan di Papua, di Cikini, Jakarta, Sabtu (16/6/2012). Dialog dengan tajuk 'Papua Yang Tak Kunjung Reda' tersebut dihadiri pula oleh nara sumber lain, yaitu Intelektual Muda Papua, Natalis Figay, Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan, Mayjen TNI Puguh Santoso, dan Asdep I Koordinasi Otsus Kemenkopolhukam, Brigjen Sumardi. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUN-PAPUA.COM - Peneliti senior LIPI Dr Adriana Elizabeth menjelaskan, dalam penyelesain konflik Papua harus membentuk team work untuk menuju perdamaian yang permanen.

Menurutnya, penyelesain konflik bukan dengan dialog dan juga bukan solusinya.

Ia menambahkan, dialog ini adalah membentuk sebuah pendekatan.

Lalu menyelesaikan masalah konflik tentu tidak sama dan perlu menyatukan perspektif sehingga terbentuk team.

Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Kuasai Lokasi Jatuhnya Pesawat Rimbun Air di Intan Jaya

"Kita harus membentuk team work untuk menuju perdamaian permanen," kata Adriana saat webinar bedah buku karya anak asli Papua diselenggarakan Moya Institute berjudul “Kita Semua Ingin Hidup Damai” pada 14 September 2021.

Selama ini, LIPI telah melakukan riset dan penelitian soal konflik di Papua.

Di mana penelitian LIPI dilakukan selama 4 tahun yaitu di tahun 1992 dan juga dilakukan 2004 yang didanai oleh pemerintah.

Baca juga: Rimbun Air Ditemukan Hancur di Intan Jaya, OPM Kuasai Lokasi Jatuhnya Pesawat

Hasilnya kata dia, sama.

"Selama ini di Papua menyelesaikan konflik dengan syarat tradisional. Dan juga butuh dialog dan bentuk demokrasi lokal Papua. Jadi, permasalahan di Papua tidak bisa digeneralisasi," katanya.

Ia menambahkan, banyak tradisi di Papua dalam berdialog secara adat seperti: tradisi Bakar Batu.

Yaitu merupakan salah satu tradisi Papua yang berupa ritual memasak bersama-sama warga satu kampung yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahmi.

Baca juga: Jhony Banua Rouw: DPP NasDem Rekomendasikan Befa Jigibalom Jadi Cawagub Papua

"Kenapa kita tidak lakukan tradisi seperti ini. Bahkan, Presiden Jokowi dengan tokoh Papua menyebut dialog sektoral. Jokowi tegas, saya tidak mau kalau dialog tentang merdeka. Tentunya, untuk menuju jalan damai dengan dialog dan mendengar semua pihak,"paparnya.

Dikatakannya, sejarah hukum Internasional sudah jelas Hitam Putih Papua bagian dari Indonesia.

"Tidak ada yang sama menyelesaikan konflik. Tapi kita harus membangun dan membentuk team work. Sebagai upaya yang mengarah pada perdamaian di Papua yang tercinta,"tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved