Breaking News:

KKB Papua

Empat Nakes Lompat ke Jurang, 2 Dinyatakan Hilang Saat KKB Lakukan Penyerangan di Pegubin

Empat tenaga kesehatan (nakes) memilih melompat ke dalam jurang untuk menyelamatkan diri, sedangkan dua orang sempat dinyatakan hilang

Editor: Musa Abubar
istimewa
salah satu bangunan yang di bakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Empat tenaga kesehatan (nakes) memilih melompat ke dalam jurang untuk menyelamatkan diri, sedangkan dua orang sempat dinyatakan hilang.

Keempat tenaga kesehatan itu memilih lompat ke jurang saat Kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan aksi kriminal di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Baca juga: Jadwal Persipura Jayapura vs Persija Jakarta di Pekan ke-3 Liga 1 2021, Digelar Minggu 19 September

Kelompok KKB yang dinyatakan teroris oleh negara itu sempat menyerang enam tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Kiwirok.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan salah satu suster yang lompat ke jurang mengaku ditikam belati dari belakang.

Baca juga: Nakes Berlarian Lompat Jurang saat Diserang KKB, 1 Mantri Hilang, Dokter dan Perawat Terluka

Sementara itu, kata dia, ada satu dokter yang mengalami patah tangan karena dipukul menggunakan besi.

"Sebagian masih bersembunyi, masih dua suster yang masih dicari, kemarin termasuk dokter (sudah ditemukan) tangannya patah karena dipukul pakai besi sama mereka,"katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (14/9/2021).

"Terus tadi pagi satu suster sudah ketemu, karena dia lompat ke jurang, dia ditikam pakai belati dari belakang. Jadi yang melompat itu ada empat, sudah ketemu dua, yang dua belum," ujarnya.

Baca juga: Daftar Sementara Pencetak Gol Terbanyak di Pekan ke-2 Liga 1 2021: Pemain Persiraja di Puncak

Petugas berusaha mencari suster yang hilang, tambah dia, tetapi belum berhasil karena KKB masih terus mengganggu dengan melepaskan tembakan.

"Tadi pagi tim gabungan turun cari, tapi mereka ditembaki dari arah bandara," kata Cahyo.

Dia mengatakan aksi yang dilakukan oleh KKB itu sulit dihalau karena keterbatasan jumlah personel TNI-Polri yang posnya berada di Kiwirok.

Baca juga: Jamin Aksi KKB Papua Tak akan Usik PON XX, Kapolda Fakhiri: Itu Jaraknya Sampai 200 Kilometer

"Distrik tersebut berbatasan dengan Kiwirok, di sana memang belum ada pos TNI-Polri,"ujarnya.

Diperkirakan ada sekitar 50 KKB yang melakukan penyerangan dan dipimpin oleh Lamek Taplo.

Kelompok mereka dibagi dua tim, sebagian melakukan aksi di Okikha dan sebagian lagi tetap berada di Kiwirok.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved