Breaking News:

KKB Papua

Komnas HAM Apresiasi TPN-PB OPM Tak Ganggu Pelaksanaan PON XX Papua

“Komnas HAM memberikan apresiasi Hak asasi kepada TPN-PB OPM yang mengeluarkan seruan itu,” kata Frits Ramandey.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Paul Manahara Tambunan
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey mengapresiasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPN-PB OPM) yang tak ingin mengganggu jalannya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di tanah Papua.

Diketahui, TPN-PB OPM telah mengeluarkan maklumat untuk tidak melakukan aksi penembakan maupun penyerangaan saat pelaksanaan iven olahraga empat tahunan tersebut.

Baca juga: Telepon Genggam Pilot Pesawat Rimbun Air yang Hilang Kontak di Intan Jaya Masih Aktif

Surat maklumat tersebut ditandatangani pada 7 September 2021 oleh Panglima TNP-PB OPM, Amos Sorondanja.

Dalam surat maklumat tersebut meminta kepada seluruh pejuang gerilya tidak melakukan tindakan yang mengganggu PON XX Papua.

“Komnas HAM memberikan apresiasi Hak asasi kepada TPN-PB OPM yang mengeluarkan seruan itu,” kata Frits saat dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021) melalui gawainya.

Frits menilai, seruan tersbeut menjadi bukti bahwa TNP-PB OPM memiliki tangungjawab memberikan hak rasa aman bagi tamu yang datang dari luar Papua.

Baca juga: Pembentukan Pansus Tunggu Finalisasi dari Koalisi dan Surat Pemberhentian dari Presiden

“Saya memandang seruan ini sebagai tangungjawab dan pertisipasi pimpinan kelompok sipil bersenjata untuk memberikan pesan perdamaian, tapi juga menertibkan seluruh jajarannya,” tukasnya.

Ia pun memastikan apabila seruan ini dikeluarkan maka dipastikan tidak ada aksi nantinya.

Baca juga: Jacksen Tiago Bersyukur Anaknya Dipanggil Timnas Indonesia: Semoga Karirnya Melebihi Saya

“Struktur TPN-PB OPM sudah jelas dan terstruktur, sehingga pasti diikuti semua kelompok sipil bersenjata,” bebernya.

“TPN-PB OPM dalam organisasi yang mendekalrasikan diri tentang kemerdekaan Papua bahkan organisasi ini sangat tua,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved