Breaking News:

PON XX Papua

Minta Seluruh Pihak Waspada Aksi Terorisme di PON XX Papua, Kepala BNPT: Kita Tak Ingin Dipermalukan

Boy mengatakan, aksi teror itu dapat dijalankan oleh kelompok ISIS maupun kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Editor: Claudia Noventa
Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Kementerian PUPR memperpanjang masa pelaksanaan pembangunan infrastruktur arena Pekan Olahraga Nasional XX Papua hingga awal tahun 2021. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seluruh pihak diminta untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya aksi terorisme dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Diketahui, PON XX Papua memang akan digelar pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar, mengungkapkan telah memberikan masukan untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kita telah memberikan masukan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan karena serangan terorisme dalam PON itu adalah keniscayaan, kita tentu tidak ingin dipermalukan dengan aksi-aksi itu," kata Boy dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (15/9/2021).

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar di Balai Kota Solo, Kamis (19/8/2021).
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar di Balai Kota Solo, Kamis (19/8/2021). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Baca juga: Jamin Aksi KKB Papua Tak akan Usik PON XX, Kapolda Fakhiri: Itu Jaraknya Sampai 200 Kilometer

Baca juga: Satgas TNI AL dan IPDN Sasar 10 Titik Lokasi di Kluster PON XX Papua

Boy mengatakan, aksi teror itu dapat dijalankan oleh kelompok ISIS maupun kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ia mengingatkan, pada akhir Mei 2021 lalu, ada 11 orang yang ditangkap Merauke karena diduga berkaitan dengan ISIS.

"Karena tentu Papua sendiri merupakan daerah yang pertama berkaitan dengan ISIS, pernah dilakukan penangkapan 11 warga masyarakat di Merauke pada bulan Mei yang lalu," ujar Boy.

Selain, itu aksi kekerasan dari KKB juga mengancam karena kelompok tersebut kini tidak hanya melakukan teror di daerah pegunungan.

"Bahkan ada di kawasan PT FI (Freeport Indonesia) sendiri terutama di Kuala Kencana, telah ada tindakan penembakan terhadap warga negara asing," ujar dia.

Boy menuturkan, potensi aksi terorisme itu adalah catatan yang perlu diperhatikan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved