Breaking News:

Oknum Guru Ponpes di Sumsel Cabuli 12 Santrinya, Korban Diancam Dikurung di Gudang

Seorang oknum pengajar pondok melakukan pelecehan seksual kepada 12 orang murid laki-laki setingkat SMP.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Thisiswhyimbroke.com/Tihk|Patent Pending
Ilustrasi penangkapan - Seorang oknum pengajar pondok melakukan pelecehan seksual kepada 12 orang murid laki-laki setingkat SMP. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang oknum pengajar pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, melakukan pelecehan seksual kepada 12 orang murid laki-laki setingkat SMP di sekolah tersebut.

Pelaku yakni berinisal JD (22) yang kini telah ditangkap oleh polisi.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Sialagan mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku aksinya telah dilakukan selama satu tahun.

Baca juga: TNI/Polri Bersama Pemuda Gereja Evakuasi Pesawat Rimbun yang Jatuh di Intan Jaya

Baca juga: 2 Pleton Brimob Papua Dikirim Tumpas KKB di Pegunungan Bintang Papua

Korbannya berjumlah 12 anak berusia antara 12 dan 13 tahun.

"Kemungkinan besar jumlah korban bertambah, sekarang masih didalami. Untuk sementara ada 12 korban," kata Hisar kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Hisar menjelaskan, pelaku beraksi pada malam hari. Ia menghampiri kamar korban dan membawanya ke satu ruangan kosong.

Di sana para korban dipaksa untuk mengikuti kemauan pelaku.

"Korban takut karena diancam akan dikurung di gudang jika menolak," ujar Hisar.

Baca juga: Sempat Diamankan Polisi karena Angkat Poster ke Arah Jokowi, Suroto Kini Diundang ke Istana Negara

ILUSTRASI
ILUSTRASI (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Terungkap

Hisar menjelaskan, kejadian ini terkuak setelah salah satu korban mengeluhkan sakit di bagian tubuhnya.

Merasa curiga, orangtua murid itu membawa anaknya ke rumah sakit. Di sana diketahui bahwa korban telah mengalami kekerasan seksual.

Setelah itu orangtua korban melapor dan tersangka ditangkap pada Selasa (14/9/2021).

Atas perbuatannya, tersangka JD dikenakan Pasal 82 ayat 1,2 dan 4 Jo 76 UURI No 17 tahun 2016 tentang Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru Pondok Pesantren Cabuli 12 Murid Laki-laki, Korban Dikurung di Gudang jika Melawan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved