Breaking News:

Lingkungan

Warga Kota Sorong Gotongroyong Tanam 50 Hektar Mangrove

Rehabilitasi mangrove merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Istimewa
MANGROVE - Masyarakat bergotongroyong menanam mangrove di Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, Papua Barat. 

TRIBUN-PAPUA.COM, SORONG - Sebagai salah satu negara yang mempunyai hutan tropis dan hutan bakau terbesar di dunia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya prinsip ekonomi hijau dan ekonomi biru dalam mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Diketahui, ekonomi hijau merupakan salah satu strategi besar ekonomi Indonesia yang juga berdampak baik bagi lingkungan di masa depan.

Sementara ekonomi biru adalah pembangunan ekonomi yang menekankan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan sosial, serta mampu mengurangi risiko lingkungan hidup dan kelangkaan ekologis.

Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Kuasai Lokasi Jatuhnya Pesawat Rimbun Air di Intan Jaya

Dalam mendukung misi Jokowi tersebut, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) gencar melakukan upaya percepatan rehabilitasi mangrove di Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui program padat karya yang disambut antusias oleh warga, di mana mereka begitu bersemangat gotong royong dalam menanam 50 hektare mangrove.

Pasalnya, tanaman mangrove bisa mencegah abrasi serta meredam gelombang besar atau bencana alam.

Selain itu, rehabilitasi mangrove juga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Rimbun Air Ditemukan Hancur di Intan Jaya, OPM Kuasai Lokasi Jatuhnya Pesawat

“Penanaman mangrove di Klamana sudah berjalan 20 hektare, ini masih terus berlangsung September ini, kemungkinan 30 hektare lagi akan selesai dalam dua minggu ke depan,” ujar Werbete selaku Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Klamana.

Warga berharap, rehabilitasi mangrove di distrik mereka akan mampu menjaga ekosistem secara berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi yang positif.

RESTORASI - Ekosistem mangrove di Provinsi Papua Barat.
RESTORASI - Ekosistem mangrove di Provinsi Papua Barat. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

“Mereka itu kan tidak mempunyai pekerjaan tetap dan biasanya mengambil kayu-kayu mangrove untuk dijual sebagai bahan bangunan atau bahan pembuatan tiang bendera,” ungkap Bonardo selaku Koordinator Lapangan dalam program padat karya di Papua Barat.

Baca juga: Tragedi Kisor Berdarah, Bupati Maybrat: Jangan Dimanfaatkan untuk Kampanye Simpati

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved