Breaking News:

Pesawat Jatuh di Papua

Haji Mirza Pilot Rimbun Air Jatuh di Papua Dikenal Gemar Bersedekah Khususnya ke Warga

Mirza dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. Almarhum sering membagikan sembako untuk warga sekitar perumahan, khususnya para janda.

Humas SAR Timika
Tim SAR membawa salah satu jenazah kru pesawat Rimbun Air yang tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Ada kenangan baik tentang sosok Haji Mirza, pilot pesawat Rimbun Air cargo seri Twin Other 300 PK-OTW yang jatuh di pegunungan Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu pagi (15/9/2021).

Pilot pesawat carter milik PT Intan Angkasa yang mengangkut bahan bangunan dan bahan makanan milik Yonif 521/BY tersebut adalah warga Bogor, Jawa Barat.

Saat kami menyambangi rumah duka di Kompleks AURI, Bogor Barat, banyak kerabat, tetangga dan warga sekitar yang melayat.

Wahyu, Ketua RT02/RW08 Kompleks Auri, Bogor Barat, menyebut Mirza dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. Almarhum sering membagikan sembako untuk warga sekitar perumahan, khususnya para janda.

Baca juga: Jenazah 3 Kru dan Kotak Hitam Pesawat Rimbun Air Dievakuasi ke Timika Papua

“Beliau sering membantu warga sekitar, bagi-bagi sembako ke masyarakat yang kurang mampu, ke para janda-janda,” kata Wahyu,l dilansir Tribunnews.com.

Wahyu juga menceritakan, dirinya sudah mengetahui kabar mengenai pesawat Rimbun Air yang hilang kontak di salah satu TV nasional.

Namun ia tidak mengetahui bahwa pilot pesawat tersebut merupakan warga di RT-nya.

Baca juga: Atlet PON XX Papua Wajib Kooperatif Tes Doping, dr Veranika: No Test No Game 

“Saya enggak tahu kalau ternyata pilot pesawat itu Pak Mirza, warga saya, tadi juga ada warga yang melapor ke saya, bahwa pilot pesawat yang hilang kontak adalah Pak Mirza," ujarnya.

"Setelah mengetahui kebenarannya dari warga sekitar yang melapor, saya merasa berduka yang mendalam,” paparnya.

Wahyu juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan Mirza yang terjadi sekitar satu bulan yang lalu.

Ketika itu Wahyu meminta uang hajatan kepada Mirza.

Karena kata dia, sudah menjadi kebiasaan di lingkungannya, ada sumbangan untuk kegiatan hajatan dari para warga.

Baca juga: Berita Populer: Pesawat Rimbun Air Jatuh di Intan Jaya hingga Dialog Bukan Solusi Konflik di Papua

"Di wilayah kami itu kalau ada yang menggelar hajatan, dikelompokin bapak-bapaknya. Namanya sepatan, yang kondangan, jadi menyerahkan satu amplop. Saat meminta uang itu terakhir saya ketemu beliau,” ujarnya.

Rumah duka almarhum Mirza dijaga ketat oleh anggota Polisi Militer Angkatan Udara, lokasinya tidak jauh dari Landasan Udara Atang Senjaja.

Terlihat perwira menengah berpangkat letnan kolonel dan kolonel berada di dalam ruangan, berkumpul menemui keluarga. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved