Breaking News:

Kronologi 3 Pria di Majalengka Sekap Penjaga Ruko dan Minta Tebusan, Pelaku Ngaku Aparat

Seorang penjaga ruko asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat disandera oleh tiga orang perampok berinisial ES (28), AS (26), dan P (28).

(Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)
Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan menggelar konferensi pers perkara pencurian dengan pemberatan di Mapolres setempat, Kamis (16/9/2021). Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengaku Polisi, Tiga Pria Sekap Penjaga Ruko di Majalengka Lalu Minta Tebusan Kepada Bos Korban, https://www.tribunnews.com/regional/2021/09/16/mengaku-polisi-tiga-pria-sekap-penjaga-ruko-di-majalengka-lalu-minta-tebusan-kepada-bos-korban?page=all. Editor: Adi Suhendi 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang penjaga ruko asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat disandera oleh tiga orang perampok berinisial ES (28), AS (26), dan P (28).

Para pelaku penyekapan disertai pemerasan dan pencurian ini pun diringkus aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka.

Ketiga tersangka diketahui merupakan warga Kecamatan Cikijing, Majalengka.

Mereka ditangkap tim buser tanpa perlawanan di dua lokasi berbeda.

Baca juga: Pasutri di Sukoharjo Ajak 7 Anaknya Tidur di Warung Angkringan, Gara-gara Tak Bisa Bayar Rumah Kos

Baca juga: Dukung PON, Bank Papua Sponsor Barang dan Sosialisasi Hingga Promosi Tenda

Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi, didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, penyanderaan itu bermula sekitar awal Agustus 2021, pukul 20.00 WIB.

Ketiga tersangka yang mengaku sebagai anggota kepolisian Subang tersebut, mendatangi sebuah ruko yang berada di Desa Padahanten, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.

Mereka langsung membentak seorang penjaga ruko dan memborgol kedua tangan korban.

Pelaku juga sambil memaksa untuk masuk kedalam mobil yang nantinya akan dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan.

"Modus yang dilakukan para tersangka ini, berdalih kepada korban, bahwa ada orang tewas overdosis, karena barang yang dijual di ruko tersebut," ujar Edwin saat konferensi, Kamis (16/9/2021).

Menurut Edwin, saat itu, korban sempat menolak masuk ke dalam mobil.

Baca juga: Jalan dengan Anggaran Rp 3 Miliar di Pamekasan Ambles, Ini Dugaan Penyebabnya

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved