Breaking News:

Mantan Bupati Mamberamo Raya Ditahan, Korupsi Dana Covid-19 dan Rugikan Negara Rp3,1 Miliar

Mantan Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana Covid-19 tahun anggaran 2020.

(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal (tengah) dan Direskrimsus Polda Papua, Kombes Ricko Taruna Mauruh (kedua dari kiri) tengah memberikan keterangan pers terkait penahanan Mantan Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa (belakang baju oranye) sebagai tersangka kasus korupsi dana covid-19 Kabupaten Mamberamo Raya tahun anggaran 2020, Jayapura, Papua, Kamis (16/9/2021) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Mantan Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana Covid-19 tahun anggaran 2020.

Hal ini dijelaskan Direskrimsus Polda Papua, Kombes Ricko Taruna Mauruh, di Jayapura, Kamis (16/9/2021).

"Kami menahan Dorinus Dasinapa (DD) sebagai tersangka korupsi dana Covid-19 tahun 2020, dengan dugaan kerugian negara Rp 3,1 miliar," ujarnya.

Baca juga: Komandan Operasi KKB Tewas saat Baku Tembak dengan TNI, 2 Lainnya Terluka

Baca juga: Dengar Teriakan Minta Tolong, Mulyono Dobrak Pintu Selamatkan Nenek Paini dari Kobaran Api

Proses dugaan kasus korupsi tersebut bermula ketika Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya melakukan refocusing anggaran dari lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan nilai Rp 23 miliar.

Ricko menjelaskan, dari hasil audit BPKP, ditemukan dugaan pemotongan anggaran Rp 3,1 miliar yang kemudian ditindaklanjuti oleh Polda Papua.

"Rp 2 Miliar digunakan DD untuk kepentingan Pilkada," kata dia.

Atas perbuatannya, tersangka DD dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Diubah Dengan Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 Dan Pasal 3 Ayat (1) Dan Pasal 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Baca juga: Pelaku Pembawa 7 Paket Ganja Terancam Hukuman Diatas 5 Tahun Penjara

Kasus ini juga telah menyebabkan SR selaku Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamberamo Raya sebagai tersangka.

Selain itu, Polda Papua juga telah menetapkan ATA selaku Bendahara Bantuan Sosial Kabupaten Mamberamo Raya sebagai tersangka karena diduga ikut membantu DD.

Dari pengembangannya, Polda Papua juga telah menahan satu orang kontraktor, JH, karena membuat disinfektan palsu senilai Rp 450 juta.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mantan Bupati Mamberamo Raya Ditahan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Covid-19"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved