KKB Papua
Pembakaran Sekolah dan Puskesmas di Pegunungan, Ini Kata Christian Sohilait
Menurutnya, aksi penyerangan tenaga medis, dan pembakaran gedung Sekolah Dasar dan puskesmas di Distrik Kiwirok, sangat disayangkan.
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pengamat Pendidikan Papua, Christian Sohilait angkat bicara soal aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pegunungan Bintang, Papua.
Menurutnya, aksi penyerangan tenaga medis, serta pembakaran fasilitas umum seperti gedung Sekolah Dasar dan puskesmas di Distrik Kiwirok, sangat disayangkan.
"Saya secara pribadi cukup prihatin," kata Sohilait kepada Tribun-Papua.com, Kamis (16/9/2021) pagi di Kota Jayapura.
Baca juga: 2 Tenaga Medis Korban Penyerangan KKB Ditemukan, 1 Orang Meninggal dalam Kondisi Tubuh Penuh Luka
Kata Christian, seharusnya KKB tahu kalau tenaga kesehatan dan para guru harus dilindungi, sebab merekalah para pejuang bangsa.
"Generasi penerus bangsa ada di tangan guru dan tenaga kesehatan, jangan dijadikan korban," bebernya.
Mantan Kadis Pendidikan Provinsi Papua dan juga Ketua IKMAL Papua, pun meminta kepada aparat untuk menindak tegas para pelaku.
"Kami dukung penegakan kepada para pelaku," bebernya.
Sekadar diketahui, KKB pimpinan Lamek Taplo melakukan aksi penyerangan di Ibu Kota Distrik Kiwirok, beberapa hari lalu.
Baca juga: Akhirnya Persipura Dapatkan Hedipo Gustavo, Ini Syarat yang Harus Dituntaskan
Dalam aksi penyerangan itu sempat terjadi baki tembak dengan aparat, satu anggota TNI mengalami luka terkena lekosit.
Ironisanya KKB pun melakukan aksi pembangakan fasilitas umum yakni, Sekolah, kantor kas bank Papua, Pasar, Rumah warga.
Termasuk juga menyerang para tenaga medis di Distrik Kiwirok saat itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/distrik-kiwirok.jpg)