Breaking News:

PON XX Papua

PON XX Papua Dinilai Pekan Olahraga Para Pejabat

Agenda Nasional yang direncanakan akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 di Papua itu, dinilai bukan PON melainkan pekan olahraga para pejabat

Editor: Musa Abubar
Istimewa
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Papua Bangkit, Hengki Yoku 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Agenda Nasional yang direncanakan akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 mendatang di Provinsi Papua itu, dinilai bukan PON melainkan pekan olahraga para Pejabat.

Penilaian itu datang dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Papua Bangkit, Hengki Yoku ketika dikonfirmasi wartawan terkait banyaknya spanduk pejabat yang marak tampil, ketimbang para Atlet jelang PON.

Baca juga: Cuaca di Pegunungan Papua Buruk, Pengejaran KKB yang Bakar Sekolah dan Bunuh Nakes Terhenti

"Agenda Nasional yang berlangsung di Provinsi Papua ini, seolah-olah pekan olahraga para pejabat, karena hampir sepanjang tahun, kurang lebih lima tahun terakhir ini yang ditampilkan di muka umum itu wajah-wajah para pejabat,"kata Hengky kepada Tribun-Papua.com,Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Kini Total 26 Murid Mengaku Jadi Korban Pencabulan Gurunya di Ponpes, Kejiwaan Pelaku Didalami

Lanjut dia, dalam hal ini ketua panitia, ketua harian, ketua bidang, wakil ketua satu dua dan seterusnya, ketimbang wajah para atlet.

Menurut dia, untuk apa wajah parah pejabat yang ditampilkan,harusnya wajah para atlet, supaya masyarakat tahu bahwa cabang olahraga dayung atletnya ini, cabor renang atletnya ini, dan seterusnya.

Baca juga: Kini Total 26 Murid Mengaku Jadi Korban Pencabulan Gurunya di Ponpes, Kejiwaan Pelaku Didalami

"Jadi selama kurang lebih lima tahun terakhir jelang PON, atlet-atlet dari masing-masing Cabor itu ditampilkan dimuka umum, supaya masyarakat tahu atlet-atlet di setiap Cabor,"ujarnya.

Dia menilai itu artinya Pemerintah melibatkan masyarakat dalam PON, yang mana secara tidak langsung mereka telah mengikuti perkembangannya.

Hengki mengatakan, jika sepanjang tahun yang ditampilkan hanya wajah para pejabat saja, maka tentunya masyarakat akan tersisih.

Baca juga: Pelaku Pembawa 7 Paket Ganja Terancam Hukuman Diatas 5 Tahun Penjara

Masyarakat tak merasakan bagian dari perggelaran PON, melainkan hal ini merupakan hiruk-pikuk eforia para pejabat.

"Oleh karena itu kita berharap, para atlet atau olahragawan di setiap Cabor dari Provinsi Papua, itu harus ditonjolkan, supaya ada kebanggaan tersendiri dari para atlet maupun masyarakat,"katanya.

Baca juga: Agithia Mirza Pilot Rimbun Air yang Jatuh di Papua Merupakan Eks Penerbang TNI

"Agar mereka bisa merasakan bahwa mereka adalah bagian dari Pekan olahraga Nasional ini,"ujarnya.

Kalau hanya para pejabat saja yang ditampilkan, bisa muncul penilaian bahwa PON ini merupakan pesta pejabat untuk hura-hura,akan menjadi pertanyaan bahwa dimana porsinya masyarakat.

Baca juga: TNI Klaim Tembak Mati Komandan Operasi KKB Elly Bidana di Pegunungan Bintang Papua

"Akibat dari adanya pejabat yang banyak ditampilkan, kemungkinan besar setelah pengelaran PON, nasib para atlet kita akan sangat malang,"katanya.

Ia menambahkan, dampaknya juga bermuara pada venue-venue yang dibangun megah ini, kemungkinan tak terawat dengan baik, karena tak adanya perhatian bagi para atlet.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved