Breaking News:

2 Anggota DPRD Mimika Diperiksa KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja Kingi Mile 32

Dua Anggota DPRD Mimika periode 2014-2019 diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dalam proses penganggaran dan pembangunan Gereja Kingi Mile 32.

(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Baru KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Dua Anggota DPRD Mimika periode 2014-2019 diperiksa sebagai saksi dalam kasus dalam kasus dugaan korupsi dalam proses penganggaran dan pembangunan Gereja Kingi Mile 32 di Mimika, Papua.

Yakni Karel Gwinangge dan Sony Henok diperiksa Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (17/9/2021).

“Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pembahasan anggaran di Banggar DPRD Mimika terkait dengan proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Jumat.

Baca juga: Panpel Sepatu Roda Mulai Test Venue  Klemen Tinal Roller Sport, Yonas : Panitia Wajib Paham Kerjaan

Baca juga: Seorang Polisi Dilaporkan karena Diduga Menipu, BBM Pesanan Korban Tak Kunjung Diantarkan

Ali mengatakan, seharusnya KPK juga memeriksa mantan anggota DPRD Mimika lainnya bernama Eltinus Mom. Namun Eltinus tidak hadir dan tanpa konfirmasi alasan ketidakhadirannya.

“Karenanya KPK mengimbau untuk kembali hadir pada jadwal pemeriksaan selanjutnya,” ucap dia.

Terkait kasus ini, ujar Ali, KPK juga telah selesai memeriksa tiga eks Anggota DPRD Mimika bertempat di Mapolres Mimika pada Kamis (16/9/2021)

Mereka adalah Saleh Alhamid, M Nurman Karupokaro dan dan Paulus Yanengga.

Para saksi hadir dan tim penyidik juga terus melakukan pendalaman terkait dengan proses pembahasan anggaran di Banggar DPRD Mimika,” ucap Ali.

Menurut dia, tim penyidik KPK masih mengumpulkan alat bukti dalam kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi.

KPK belum dapat menyampaikan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," ujar Ali, Rabu (4/11/2020).

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika, KPK Dalami Proses Pembahasan Anggaran di DPRD"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved