Breaking News:

Kopilot Rimbun Air Sempat Telepon Istrinya sebelum Terbang ke Papua, Tanyakan Kabar sang Buah Hati

Jatuhnya Pesawat Rimbun Air PK-OTW di hutan dalam di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua pada Rabu (15/9) pukul 07.37 WIT menyisakan duka yang mendalam.

Editor: Claudia Noventa
Tribun-Papua.com/Istimewa
EVAKUASI - Tiga jenazah kru dan kotak hitam pesawat Rimbun Air PK-OTW yang kecelakaan di Kabupaten Intan Jaya, Papua, diterbangkan ke Kabupaten Mimika, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Jatuhnya Pesawat Rimbun Air PK-OTW di hutan dalam di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua pada Rabu (15/9) pukul 07.37 WIT menyisakan duka yang mendalam.

Kopilot Rimbun Air, Muhammad Fajar Dwi Saputra menjadi korban tewas dalam insiden pesawat kargo tersebut.

Paman Kopilot Fajar, Sunari mengungkapkan, keluarga sangat terkejut atas insiden jatuhnya pesawat Rimbun Air.

Baca juga: 7 Fakta Evakuasi Rimbun Air yang Jatuh di Papua: Butuh 7 Jam Berjalan hingga di Lokasi Rawan KKB

Baca juga: Pilot Rimbun Air yang Jatuh di Papua, Agithia Mirza Mantan Penerbang TNI AU

Pasalnya, keluarga besar sama sekali tidak merasakan firasat apapun, sebelum Fajar terbang ke Papua.

"Reaksinya sangat kaget, karena kita keluarga tidak ada firasat atas kepergian Fajar. Dari istri juga, setahu saya begitu," ucap Sunari saat ditemui Tribunnews.com di Kampung Rawa Lele, RT 03/13, Jatimakmur, Bekasi, Kamis (16/9/2021).

Kediaman Kopilot Rimbun Air, Muhammad Fajar di Kampung Rawa Lele, RT 03/13, Jatimakmur, Bekasi. Karangan bunga dukacita untuk almarhum telah memadati kediaman almarhum
Kediaman Kopilot Rimbun Air, Muhammad Fajar di Kampung Rawa Lele, RT 03/13, Jatimakmur, Bekasi. Karangan bunga dukacita untuk almarhum telah memadati kediaman almarhum (Lusius Genik)

"Sangat terpukul sekali keluarganya. Benar-benar mengejutkan," imbuh Sunari. 

Cerita haru dibagikan ibunda almarhum Kopilot Fajar, Sri Purwanti (54). 

Sri mengungkapkan, sebelum terbang ke Papua, Fajar sempat melakukan video call dengan istrinya. 

"Terakhir komunikasi dengan istrinya jam 3 pagi waktu Jakarta. Dia mau terbang itu dia komunikasi vidcall dengan istrinya," ucap Sri Purwanti. 

Baca juga: Haji Mirza Pilot Rimbun Air Jatuh di Papua Dikenal Gemar Bersedekah Khususnya ke Warga

Baca juga: Pilot Rimbun Air Jatuh di Intan Jaya Papua Dikenal Pribadi yang Gemar Bersedekah

Belakangan Fajar memang kerap melakukan video call dengan istrinya, untuk menanyakan kabar sang buah hati yang baru berusia 10 bulan.

Kondisi Pesawat Rimbun Air cargo seri Twin Other 300 PK-OTW di Intan Jaya usai menabrak gunung
Kondisi Pesawat Rimbun Air cargo seri Twin Other 300 PK-OTW di Intan Jaya usai menabrak gunung (Tribun Papua)

"Selalu setiap saat komunikasi, karena dia baru punya anak kecil lagi lucu-lucunya. Setiap mau terbang dan landing dia sempatkan video call," tutur Sri Purwanti. 

"Anaknya seorang putra, berusia 10 bulan," imbuh Sri Purwanti.

Sri, sebagai ibu kandung Kopilot Fajar, mengaku telah mengikhlaskan putra keduanya tersebut.

"Keluarga besar harus menerima, karena ini sudah ketentuan Allah. Jadi kita sudah menerima," ujar Sri.

(*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved