Breaking News:

KKB Papua

Mengenal Sejarah dan Apa Itu KNPB, Diduga Kuat Aktor yang Menyerang Nakes Kiwirok

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menjadi dalang dalam serangkaian aksi kekerasan di Papua dan Papua Barat.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Aparat gabungan TNI-Polri memperbaiki jembatan di Maybrat yang dirusak KNPB, Selasa (14/9/2021). (Pendam XVIII Kasuari) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menjadi dalang dalam serangkaian aksi kekerasan di Papua dan Papua Barat.

Diketahui Komite Nasional Papua Barat (KNPB) merupakan organisasi Politik rakyat Papua.

KNPB juga sebuah kelompok masyarakat papua yang berkampanye untuk kemerdekaan Negara Papua Barat.

Pada Tahun 1961 didirikan Komite Nasional oleh Para pejuang Kemerdekaan Bangsa Papua Barat.

Pada Tanggal 11 April 1969, Herman Wayoi, Mozes Werror, Clemens Runaweri memimpin sebanyak 200 pendemo kebanyakan dari pegawai-pegawai negeri, pelajar dan mahasiswa.

Baca juga: Inilah 2 Otak dari Penyerang dan Pembunuh Tenaga Kesehatan di Pegunung Bintang Papua 

Baca juga: 2 Pentolan KNPB di Pegunungan Bintang Ditangkap Pascaaksi Pembunuhan Nakes

Pada Tahun 2009 nama Komite Nasional Papua ditambahkan "Barat" maka menjadi Komite nasional Papua Barat (KNPB).

Tokoh sentral KNPB adalah Bukthar Tabuni.

Diduga kuat KNPB adalah dalang dari kasus penyerangan Nakes di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua pada senin 13 September 2021 lalu,

 “Aktor penyerangan adalah KNPB didukung KKB,” ucapnya Dandrem 172/PWY, Brigjen Izak Pangemanan, Jumat (17/9/2021).

Ia pun dengan tegas akan tidak akan memberikan kesempatan bagi para pelaku penyerangan tersebut.

“Kami akan tumpas mereka. Hidup atau mati, kami basmi hingga ke akar-akarnya. Seperti ini tidak bisa dibiarkan,” bebernya.

Baca juga: Komandan Operasi KKB Elly Bidana Tewas saat Baku Tembak, Jasadnya Dibawa Lari Pasukannya

Sementara itu Kabaintelkam Polri, Komjen Paulus Waterpauw memerintahkan Kapolda Papua dan jajaran memburu KKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Waterpauw menilai tindakan yang dilakukan KKB  sangat keji dan tak berperikemanusiaan.

"Kapolda dan jajaran harus bisa memburu pelaku, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kabaintelkam Paulus, dalam pesan singkatnya, Kamis (16/9/2021).

(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved