KKB Papua

Kesaksian Nakes Puskesmas Kiwirok: Kejadian Begitu Cepat, KKB Menganiaya Kami Semua

Secara sadis KKB menebas korban dengan menggunakan parang. Lalu dilecehkan. Korban yang sudah melompat ke jurang pun dikejar. Pemerintah diminta aktif

Tribun-Papua.com/Roy Ratumakin
Para tenaga kesehatan (nakes) yang berhasil di evakuasi dari Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura, Jumat (17/9/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pekerja kemanusiaan termasuk tenaga kesehatan kerap menjadi korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di daerah pegunungan Papua.

Tindakan mereka bahkan sudah di luar batas kemanusiaan. Langkah penegakan hukum harus segera diambil.

Sebab, pembunuhan secara sadis disertai pembakaran fasilitas publik jadi motiv baru mereka untuk mengacaukan keamanan Papua.

Pada 13 September 2021, sekitar 50 anggota KKB yang dipimpin Lamek Taplo menyerang sejumlah tenaga kesehatan.

Rumah mereka dibakar, demikian juga Puskesmas, sekolah, Bank, Kantor Pemerintahan desa serta fasilitas lainnya di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Baca juga: Legislator Papua Minta Pemerintah Pegunungan Bintang Atasi Persoalan Penyerangan Nakes

Dalam kasus ini, sejumlah tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kiwirok menjadi korban.

Suster Gabriella Meilani (22) tewas dibantai, demikian juga rekannya yang selamat setelah melompat ke jurang kedalaman 300-an meter.

Sementara, seorang mantri lagi bernama Gerald Sokoy belum ditemukan hingga sekarang.

Dalam kesaksiannya, satu di antara korban mengaku harus terpaksa melompat ke jurang untuk menyelamatkan diri saat KKB menyerang mereka.

“Peristiwa itu terjadi begitu saja, tidak ada yang tahu. Mereka sudah terlanjur berada di sini (Puskesmas), kami semua mendapatkan tindakan kekerasan dan penganiayaan dari mereka,” ungkap seorang korban yang tidak mau namanya disebut.

Baca juga: Yevhen Bokhashvili Menghilang Saat Persipura Tahan Imbang Persija, Berikut Alasannya

Bahkan, lanjut dia, secara sadis KKB menebas korban dengan menggunakan parang. Lalu dilecehkan.

Pasca tragedi penyerangan nakes oleh KKB, tokoh masyarakat Distrik Kiwirok, Feri Mimin menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi kelompok separatis tersebut.

“Saya tegaskan KKB itu musuh bagi kami semua, sejak kedatangan KKB, Distrik Kiwirok ini menjadi sangat tidak kondusif. Masyarakat di sini tidak ada yang suka dengan mereka,” ungkapnya.

Feri  juga mengaku marah ketika sejumlah fasilitas umum berupa Puskesmas, Bank daerah, hingga sekolah dibakar KKB.

Baca juga: BREAKING NEWS: Jenazah Suster Gabriella Dievakuasi ke Jayapura Hari Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved