KKB Papua

Pihak Keluarga Masih Menunggu Kedatangan Jazad Gabriella Melani Dari Kiwirok

Pihak keluarga, masih menunggu kedatangan jazad Gabriel Melani tenaga kesehatan (nakes) yang dibunuh oleh KKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Nadila Larajina
Suasana rumah duka Gabriella Meilani di Jalan Belut, Expo, Waena, Jumat (17/9/2021) sore 

Lapiran Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pihak keluarga, masih menunggu kedatangan jazad Gabriella Melani tenaga kesehatan (nakes) yang dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Dari informasi yang dihimpun oleh Tribun-Papua,salah satu keluarga dekat almarhumah Gabriel Melani, yang enggan menyebut identitasnya mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu atas kepastian kapan jazad Gabriel Melani bisa dikirikan ke Jayapura.

Baca juga: Pemerintah Pegunungan Bintang Diminta Bertindak Bersama Aparat Tangkap KKB

"Belum, masih menunggu dijemput pesawat, karena belum bisa masuk,"katanya.

Dia mengatakan, hingga kini posisi jasad nakes tersebut masih berada di Kiriwok, Pegunungan Bintang.

"Mayat masih di kiwirok,"ujarnya kepada Tribun-Papua.com, di Jayapura, Senin (20/9/2021).

Kemudian, kata dia, untuk kepastian kapan jazad nakes itu dikirimkan, jawab dia belum ada informasi pasti kapan.

Baca juga: Sekum PB PON XX Papua Resmi Buka Pelatihan Tim Chaperon di Abepura 

"Belum ada lagi," jawabnya sambil berbincang-bincang dengan Tribun-Papua.com.

Sementara untuk suasana di rumah duka, tampak jejeran krans bunga ucapan belasungkawa yang tersusun rapi disepanjang jalan masuk rumah Gabriel Melani.

Baca juga: Ini Kemegahan Venue Hockey Indoor PON XX Papua di Doyo Baru Jayapura

Salah satu nakes yang menjadi korban kekerasan dari KKB pada beberapa waktu lalu.

Kemudian untuk keterangan langsung dari sang ibunda Almarhumah Gabriel Melani sendiri tidak mau lagi memberi keterangan dengan alasan sudah banyak media yang terus berdatangan.

"Keluarga su (sudah) malas, karena sudah banyak yang datang tanya-tanya,"tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved