Breaking News:

KKB Papua

Dewan Adat Imbau Warga Tak Terprovokasi Pengacau Keamanan di Pegunungan Bintang Papua

Engelbertus menegaskan, serangan yang dilakukan KKB terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok merupakan aksi yang keji dan melanggar HAM.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Anggota Dewan Adat Aplim Apom Sibilki-Oksibil, Engelbertus Uropmabin. (istimewa) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA -  Anggota Dewan Adat Aplim Apom Sibilki-Oksibil, Engelbertus Uropmabin mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh kelompok yang ingin mengacaukan situasi keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Imbauan ini, menyusul gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membakar fasilitas publik serta menyerang sejumlah tenaga kesehatan hingga berbuntut tewasnya suster Gabriella Maelani (22), baru-baru ini.

“Kami Dewan Adat Aplim Apom Sibilki, Kabupaten Pegunungan Bintang akan selalu membantu aparat keamanan untuk menjaga situasi keamanan di Pegunungan Bintang agar tetap aman dan kondusif,” ujar Engelbertus, Selasa (22/9/2021).

Baca juga: Tiga Warga Distrik Kiwirok Dievakuasi ke Jayapura Akibat Gangguan Kelompok Bersenjata

Engelbertus menegaskan, serangan yang dilakukan KKB terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok merupakan aksi yang keji dan melanggar aturan serta norma-norma adat, terlebih hak asasi manusia (HAM).

“Kami tetap optimis, situasi di Kiwirok tidak mempengaruhi jalanya PON XX di Papua. Kami Dewan Adat Kabupaten Pegunungan Bintang akan membantu aparat keamanan untuk menjaga keamanan," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.

Baca juga: Tragedi Kepergian Suster Gabriella Maelani Adalah Luka Semua Nakes di Indonesia

Akibat kejadian yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar.

Fasilitas umum yang dibakar KKB adalah Puskesmas Kiwirok, Kantor Bank Papua Perwakilan Distrik Kiwirok, Kantor Distrik Kiwirok, Sekolah Dasar Kiwirok dan Pasar Kiwirok.

Baca juga: Papua Minta Bantuan 1 Kompi Brimob dari Jakarta Tangani KKB di Kriwok Pegunungan Bintang

Selain suster cGabriella Maelani, seorang mantri bernama Gerald Sokoy hingga kini belum diketahu keberadaannya, pasca serangkaian kekerasan yang dilakukan KKB terhadap nakes di wilayah itu.

Akibat aksi KKB di Kiwirok, satu tenaga kesehatan tewas, empat lainnya terluka, dan masih ada satu mantri yang hilang. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved