ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Covid 19 Papua

Fisik Jadi Kendala Vaksinasi bagi Usia Lanjut

faktor yang menyebabkan vaksinasi terhadap lansia berjalan lambat salah satunya di karenakan fisik.

Editor: Ri
Tribun-Papua
COVID-19 PAPUA - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 oleh tenaga kesehatan Lanud Silas Papare secara door to door, di Kawasan Pegunungan Tengah Papua, Minggu (5/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 pada lanjut usia menjadi tantangan yang belum terselesaikan oleh Satgas Covid-19.

Program vaksinasi terhadap lansia sebenarnya sudah dibahas jauh hari, yaitu sejak Maret.

Pemerintah juga telah mengalokasikan vaksin untuk lansia sebesar 21,5 juta orang.

Namun pada vaksinasi pertama, angka vaksinasi pada lansia baru mencapai 26 persen.

Sedangkan pada vaksinasi kedua yaitu 18 persen.

Baca juga: Sosok Pratu Ida Bagus Putu, Prajurit TNI yang Gugur Ditembak KKB saat Amankan Evakuasi Jenazah

Program vaksinasi ini terhitung cukup lambat.

Padahal, lansia merupakan populasi yang sangat rentan untuk terpapar Covid-19.

"Kalau lihat angka mortalitas lebih setegah lansia. Kalau kasus aktif di komunitas, mereka positif adalah lansia. Kalau antre di UGD di antar anak anak lansia. Ini menjadi tantangan dan persoalan," kata Alexander dalam seminar virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (21/9/2021).

Alex mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan vaksinasi terhadap lansia berjalan lambat.

Di antaranya karena kondisi fisik lansia yang tidak seperti anak muda atau dewasa.

Sebelum divaksin, lansia harus dipastikan dalam kondisi sehat, kuat dan bugar.

Baca juga: Ternyata Gabriela Meilani korban kekerasan KKB adalah Nakes Yang Diandalkan di Distrik Kiwirok

"Tidak bisa lansia datang sebagai anak muda sehat, tinggal datang vaksin, ditensi dan divaksin," ujarnya.

Di sisi lain, sebagian besar lansia ada yang mengidap komorbid atau penyakit penyerta.

Jadi tidak bisa langsung divaksin. Lansia harus mengendalikan penyakit penyerta terlebih dahulu.

Baca juga: Kadinkes: Tragedi yang Menimpa Gabriela Meilani Bikin Luka Nakes di Indonesia

"Misalnya yang mengidap hipertensi tentu harus dengan obat jadi kuat. Tidak bisa bagi lansia yang minum obat hipertensi tidak teratur. Sehingga nanti ketika mau vaksin, tekanan darah 170 ke atas. Jadinya tidak bisa divaksinasi," katanya lagi.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved