Breaking News:

KKB Papua

Anggota DPR Sebut Pendekatan Humanis Bisa Tangani Konflik Papua: TNI Jangan Sampai Mengancam

Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai pemerintah perlu melakukan pendekatan humanis terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di Papua.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Legislator Golkar Dave Laksono menilai perlu pendekatan humanis terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai pemerintah perlu melakukan pendekatan humanis terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di Papua.

Diketahui Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan aksi kekerasan kepada sejumlah tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, beberapa waktu lalu.

Tak hanya melakukan aksi kekerasan, KKB juga kerap merusak fasilitas milik warga di Papua.

Baca juga: Sebut KKB Berupaya Rusak Citra Pemerintah soal Kondisi Papua, Kompolnas: Termasuk Pelaksanaan PON

Legislator Golkar  tersebut menilai pemerintah harus aktif menanamkan bahwa Papua merupakan bagian dari Indonesia.

"Yang harus diutamakan adalah pendekatan-pendekatan humanisme. Mendorong pendekatan secara kebudayaan, sosial, ekonomi dan terus mengingatkan dan menanamkan bahwa Papua adalah bagian Indonesia dan Indonesia adalah Papua dan keberagaman kita adalah pemersatu kita," ujar Dave kepada wartawan, Jumat (24/9/2021).

Meski begitu, Anggota Komisi I DPR RI itu meminta pemerintah tetap tidak boleh mengesampingkan pendekatan intelijen di Bumi Cenderawasih itu.

"Jaringan intelijen juga tetap harus diutamakan, untuk terus dengan proaktif mencari dan memantau informasi sebanyak-banyaknya, untuk kepentingan kebersamaan juga dengan kita secara maksimal. Sehingga segala macam hal ataupun niatan niatan dapat digagalkan sebelum itu dijalankan," kata Dave Laksono.

Baca juga: Polda Papua Sebut KKB Masih Lakukan Penyerangan di Distrik Kiwirok: Mereka Ganggu dari Jauh

Atas dasar itu, Dave menilai kehadiran militer dan polisi tetap perlu ditingkatkan dan dipermanenkan di semua wilayah Papua.

Kehadiran TNI Polri yang permanen itu, kata Dave, antara lain dengan menambah instalasi militer di Papua, tanpa harus memasuki tupoksi pemda setempat.

"Jadi tetap pemda tetap menjalankan tupoksinya akan tetapi kehadiran TNI di sana itu jangan sampai untuk mengecam ataupun mengancam, membuat rasa khawatir dan tegang," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved