Papua Terkini
Dog Lovers: Stop Konsumsi Daging Anjing
Menurut Undang-undang (UU) No 18 tahun 2012 tentang pangan pasal 1 bahwa, anjing tidak termasuk dalam makanan konsumsi.
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bukan hal baru bila wilayah Indonesia Timur terkenal dengan hobi mereka yang mengkonsumsi daging anjing, padahal sudah ada larangan terkait hal tersebut.
Menurut Undang-undang (UU) No 18 tahun 2012 tentang pangan pasal 1 bahwa, anjing tidak termasuk dalam makanan konsumsi karena bukan sumber hayati produk peternakan dan kehutanan.
Sehingga, banyak di antara para pecinta hewan khususnya dog lovers mengkomplen perihal tersebut, karena masih banyak yang kurang paham.
Baca juga: Momen Mini Festival Animal Lovers Jadi Ajang Save Cenderawasih Papua
Ketua Dog Lovers Kota dan Kabupaten Jayapura, Ryan Chandra Putra (37) mengatakan, di wilayah Papua masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui larangan tersebut.
"Kebanyakan hanya tahu kasih makan, jadi penjaga bahkan dimakan. Padahal anjing punya hak-hak yang harus kita jaga seperti kelayakan hidup mereka, gizi dan makan harus cukup," tegasnya kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (25/9/2021).
Tidak hanya itu, perlakukan hewan dengan didikan yang baik patut untuk diperhatikan.
"Anjing ini cukup untuk dicintai dan disayangi bukan untuk dikonsumsi," pungkasnya.
Di Papua kebiasaan memakan daging anjing masih cukup kuat, sehingga harapanya warga dapat memahami.
Baca juga: Mini Festival Animal Lovers Diharapkan Jadi Event Tahunan
"Saya percaya tidak ada budaya makan anjing ya, dan tentu butuh edukasi serta sosialisasi yang kuat," katanya.
Sementara itu, Chandra sapaan akrabnya juga memaparkan bahaya dari mengkonsumsi daging anjing, karena banyak virus terutama rabies.
"Dari WHO pun sudah cukup jelas bahwa, ketika mengkonsumsi daging anjing secara terus menerus maka dapat timbul penyakit, apalagi rabies," ungkapnya.
Menurutnya, rabies ini penyakit anjing yang cukup berbahaya karena masyarakat tidak mengetahui, jenis dan kesehatan anjing ketika dikonsumsi seperti apa.
"Syukur karena di Papua belum ada rabies, jangan sampai bila terjadi dan mereka sudah makan maka ada virus berbahaya dalam tubuh," jelasnya.
Baca juga: FOTO Registrasi Ulang Relawan PON XX Papua
Untuk itu ia berharap, jangan ada lagi yang makan namun lebih kepada merawat mereka.
"Kewajiban mutlak setiap pemilik merawat, perhatikan, kenyamanan dan jangan hanya memiliki saja," tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/25092021-dogi-1.jpg)