Breaking News:

Ekonomi

Ekspor Puluhan Ton Cokelat, Stafsus Presiden Puji Gubernur Papua Barat dan Balitbangda

Staff Khusus Presiden RI Billy Mambrasar memuji Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan juga Gubernur Balitbangda Prof Charlie H

Editor: Musa Abubar
Istimewa
Suasana acara Loka Karya persiapan ekspor Coklat Papua Barat, di Hotel Mansinam Beach, Jumat (24/9/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Staff Khusus Presiden Republik Indonesia Billy Mambrasar memuji Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan juga Gubernur Balitbangda Prof Charlie H dan Jajarannya.

Pujian itu disampaikan dalam acara Loka Karya persiapan ekspor Coklat Papua Barat, di Hotel Mansinam Beach, Jumat (24/9/2021).

Pujian yang sama juga disampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perindag, Bupati Manokwari Selatan dan semua jajaran OPD Papua Barat dan Koperasi Eiber Suth Ransiki, atas di ekspornya tambahan 10 ton Coklat Ransiki ke luar Negeri.

Baca juga: Sosok Kartika Monim, Legenda Hidup Voli Papua Pembawa Obor Api PON XX 

Sebanyak 10 ton biji kakao kering Ransiki yang menjadi komoditas andalan asli Tanah Papua, khususnya Papua Barat, akan dikirimkan ke PT. Cargrill Surabaya Indonesia dan 400kg untuk Chocholate Jakarta.

“Presiden Jokowi memberikan arahan agar kepala daerah dapat mendorong Potensi lokal daerahnya, meningkatkan PAD melalui ekspor, dan Gubernur Papua Barat bersama dengan Bupati Manokwari Selatan memenuhi komitmen mereka untuk Presiden lewat inisiatif baik ini,"kata Billy Mambrasar melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Senin (27/9/2021).

Sebelumnya, Billy Mambrasar yang adalah Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, menjadi konsultan untuk Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH).

Baca juga: Persipura dan Persija Mulai Menanjak, Ini Klub yang Belum Raih Kemenangan di Liga 1

Bersama IDH Indonesia, sebuah konsep ekonomi hijau didorong, dan kemudian investor yang tertarik berinvestasi tetapi harus menjaga alam Papua, dan melibatkan Orang Asli Papua sebagai pemilik hak ulayat, diundang untuk ikut membangun sektor ekonomi hijau, termasuk mempromosikan Coklat Ransiki ini.

Melalui momentum itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menjelaskan Papua Barat terus menjalankan komitmen yang tertuang Peraraturan Daerah Khusus (Perdasus) No. 10 Tahun 2019 untuk mengembangkan pembangunan didaerah itu melalui pengembangan ekonomi hijau.

Menurut dia, kakao, merupakan salah satu komoditas unggulan Papua Barat yang telah tertuang dam peraturan tersebut.

"Pada bulan Februari, saya telah melepas pengapalan 12 ton biji kering Ransiski dengan tujuan Jakarta dan sekarang hampir 11 ton kakao tersebut akan dikirimkan ke dua kota berbeda di Indonesia,"ujarnya melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com.

Baca juga: Ini Cara untuk Download Sertifikat CAT BKN Setelah Ujian dan Cek Nilai SKD CPNS 2021

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved