Rabu, 29 April 2026

Webinar Keselamatan Nakes di Papua

Kepala Dinas Pendidikan Papua: Nakes dan Guru Harus Aman di Pedalaman

"Guru tidak punya senjata, hanya punya pena, pensil dan buku." - Kadis Pendidikan Provinsi Papua, Protasius Lobya.

Tribun-Papua.com/Tangkapan Layar
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Protasius Lobya dalam webinar bertajuk Jaminan Keselamatan Para Guru dan Nakes di Pedalaman Papua yang digelar Tribun-Papua.com, Senin (27/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Nadila Larajina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Protasius Lobya meminta kepada Kapolda dan Panglima TNI agar memberi jaminan keamanan bagi para guru yang bertugas di pedalaman.

"Terkait kejadian di Kiwirok, Kapola dan Panglima, kami menagih, kami harus aman," kata Protasius dalam webinar bertajuk Jaminan Keselamatan Nakes dan Guru di Pedalaman Papua, yang digelar Tribun-Papua.com, Senin(27/9/2021).

Ia juga memberikan pesan kepada guru yang bertugas di wilayah pedalaman Papua, agar hidup dan bergaul dengan masyarakat setempat.

Baca juga: Lampung Raih Medali Terbanyak Eksebisi Cabor Hapkido PON XX Papua

Gerald Sokoy (jaket biru sambil memegang kertas), tenaga kesehatan yang dikabarkan hilang pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang pada 13 September lalu, kini berada di tangan Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikomandoi Lamek Taplo.
Gerald Sokoy (jaket biru sambil memegang kertas), tenaga kesehatan yang dikabarkan hilang pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang pada 13 September lalu, kini berada di tangan Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikomandoi Lamek Taplo. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

"Guru harus hidup bergaul dengan masyarakat yang ada di situ," pesannya.

Lanjut dia, guru juga harus melakukan pendekatan dengan pendeta dan tokoh-tokoh masyarakat di tempat tugas masing-masing.

"Guru harus melakukan pendekatan, karena semua masyarakat Papua punya hati dan iman," ujarnya.

Baca juga: KONI Pusat Kagumi Venue Sepatu Roda PON XX: Turnamen Internasional Harus Hadir di Papua

Protasius Lobya berujar, guru yang bertugas di wilayah pedalaman Papua cuma punya satu misi; mencerdaskan anak bangsa.

"Guru yang ditugaskan di pedalaman cuma punya satu misi, yaitu mencerdasakan anak bangsa," ujarnya.

Menurutnya, guru sudah ada di pedalaman Papua sejak dulu.

Baca juga: Sepak Takraw PON XX Papua Mulai Digelar Hari Ini: Papua Hadapi Sulsel, DKI Ditunggu Jatim

"Karena (pengabdian) guru lah maka ada bapak Kapolda dan semua pejabat-pejabat," katanya.

Bahkan, guru berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat orang Papua.

"Guru tidak punya senjata, hanya punya pena, pensil dan buku," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved