Breaking News:

7 Guru Dikirim Mengajar ke Maybrat, Bupati Bernard Sagrim: Saya Jamin Keamanan Mereka

Yayasan Indonesia Mengajar mengirimkan tujuh guru ke Kabupaten Maybrat, Papua Barat untuk mengajar di sejumlah sekolah dasar.

(Maichel KOMPAS.com)
Bupati Maybrat usai menyerahkan ke tujuh guru ke pihak sekolah 

TRIBUN-PAPUA.COM - Yayasan Indonesia Mengajar mengirimkan tujuh guru ke Kabupaten Maybrat, Papua Barat untuk mengajar di sejumlah sekolah dasar.

Mereka akan mengisi kekurangan guru di distrik hingga kampung di Maybrat.

Bupati Maybrat Bernard Sagrim menegaskan akan menjamin keamanan para guru yang dikirim Yayasan Indonesia Mengajar itu.

Baca juga: Video Detik-detik Debt Collector di NTB Todongkan Pistol ke Nasabah, Pelaku Ternyata Oknum Polisi

Baca juga: Ada Masalah Keluarga, Seorang Anak di Lampung Tega Habisi Ayahnya dan Buat Seolah Bunuh Diri

Bagi Bernard, kehadiran para guru muda itu menjawab kebutuhan Pemkab Maybrat di sektor pendidikan.

"Saya siap beri jaminan keamanan bagi ke tujuh guru muda yang akan mengajar di sekolah -sekolah di wilayah distrik dan kampung. Saya berpesan kepada masyarakat, kepala sekolah maupun kepala distrik dan kepala kampung jaga mereka seperti keluarga kita," ujar Bernard Sagrim kepada Kompas.com, Selasa (28/9/2021).

Bernard mengatakan, kondisi di Maybrat mulai kondusif. Sebelumnya, penyerangan yang dilakukan kelompok separatis teroris (KST) di Pos Koramil Kisor sempat menimbulkan ketakutan masyarakat.

Dalam penyerangan itu, empat prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur.

Salah seorang guru muda yang berasal dari Aceh, Nur Ibrahim (25) mengatakan, ia bersama rekannya sudah lima hari berada di Maybrat.

Baca juga: Oknum Polisi Berpangkat Briptu di NTB Nyambi Jadi Debt Collector, Ancam Nasabah Pakai Senpi Mainan

Menurutnya, situasi di kabupaten itu aman. Warga pun sangat ramah kepada mereka.

Nur menambahkan, sebelumnya guru itu akan ditempatkan di empat sekolah di Aifat.

Namun, karena pertimbangan keamanan, mereka akhirnya ditempatkan di lokasi mengajar yang lebih aman.

"Saya pikir tidak masalah, selama saya di Maybrat, kita dilindungi dan benar- benar disayang dan diterima oleh Bapak Bupati, Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan kepala sekolah," ujar Nur Ibrahim.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Guru Dikirim Mengajar ke Maybrat, Bupati: Saya Pesan ke Masyarakat, Jaga Mereka Seperti Keluarga..."

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved