Breaking News:

Penyewa Buka Prostitusi Gay, Pemilik Kos di Solo Kaget dan Malu: Bilangnya Tukang Pijet Gitu

Polda Jawa Tengah memproses hukum kasus prostitusi gay berkedok layanan pijat di sebuah indekos di Solo.

(TribunSolo.com/Dok Polda Jateng)
Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy saat jumpa pers dan menampilkan sejumlah tersangka terapis gay di Jalan Pamugaran Utama, Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjasari, Kota Solo, Senin (27/9/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polda Jawa Tengah memproses hukum kasus prostitusi gay berkedok layanan pijat di sebuah indekos di Solo.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berujar tak akan toleransi segala bentuk pelanggaran hukum terlebih lagi terjadi di tengah pandemi Covid-19.

Sehingga ia meminta masyarakat tetap tenang adanya kasus tersebut.

"Kepada masyarakat saya minta untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan hukum kepada aparat. Karena memang itu menjadi tugas dan kewenangan mereka," ungkapnya.

Baca juga: Oknum Polisi Berpangkat Briptu di NTB Nyambi Jadi Debt Collector, Ancam Nasabah Pakai Senpi Mainan

Baca juga: Hoaks! Video Kemunculan Harimau di Kawasan Hutan yang Gegerkan Warga, Sengaja Dibuat untuk Ngeprank

Tak hanya itu, Gibran mengaku telah berkoordinasi dengan aparat penegakan hukum berkaitan kasus ini.

"Saya sudah koordinasi dan komunikasi dengan Kapolresta agar praktek prostitusi apapun bentuknya dan berkedok apapun segera ditindak dan diproses sesuai aturan hukum, demi menjaga kondusivitas Kota Solo," tutupnya.

Punya Istri dan Anak

Pemilik kos yang jadi gudang prostitusi kaum gay membeberkan fakta-fakta lain.

Kos itu berada di Jalan Pamugaran Utama, Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjasari, Kota Solo.

Pemilik kos YS, membenarkan adanya pengerebekan dari Polda Jateng hingga dia menjadi saksi dalam kasus tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved