Breaking News:

PON XX Papua

Tarian Perang Suku Warnai Pertandingan Akhir Baseball Antara DKI Jakarta VS Lampung

Tarian budaya asal Kampung Ifar Besar, Sentani, dari sanggar Hilare,warnai akhir pertandingan Baseball dalam event Pekan Olahraga Nasional Papua

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Tim Tari Sanggar Hilare, di Veneu Baseball Doyo, Kabupaten Jayapura, Papua 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tarian budaya asal Kampung Ifar Besar, Sentani, dari Sanggar Hilare,warnai akhir pertandingan Baseball dalam event Pekan Olahraga Nasional Papua.

Tarian bercorak warna kuning itu mencuri perhatian seluruh penonton yang saat itu usai menyaksikan pertandingan Baseball antara DKI Jakarta VS Lampung dalam even PON XX Papua, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Update Baseball PON XX: Lampung Tekuk DKI Jakarta 13-10

Dengan beragam gerakan dan gaya yang disajikan para penari membuat seluruh penonoton berlomba-lomba untuk mengambil foto.

Tarian yang kurang lebih 5 menit itu berlangsung di lapangan Baseball, Doyo, Kabupaten Jayapura, Papua.

Skertaris Sanggar Hilare, David Kubia, mengatakan tarian yang ditampilkan oleh timnya itu, berasal dari kampung Ifar Besar, Sentani, Kabupaten Jayapura

Ini tarian asal dari Kampung Ifar Besar, Sentani, yang diturunkan dari moyang dan dilanjutkan hingga kini.

Baca juga: Ketum KONI Takjub Melihat Pertandingan Sepak Takraw, Prokes Ketat Diterapkan di Venue PON Papua

Menurut dia, penampilan tarian disuguhkan tim sanggarnya sebenarnya ada sembilan gerakan, namun karena dibatasi oleh waktu maka seluruh digabungkan menjadi satu gerakan.

"Sebenarnya ada sembilan gerakan tarian yang ingin kita tampilkan, tetapi karena waktu, maka kita hanya bisa berkolaborasi dalam 1 putaran saja,"katanya.

"Biasanya terpisah, misalnya satu tarian kelompok perang masuk dengan gerakannya sendiri, dan ada gerakan-gerakan lain lagi, tetapi karena waktu hanya 5 menit, maka kami gabung semuanya menjadi satu gerakan,"ujarnya.

Baca juga: Sumbangkan Medali Pertama Bagi Sulawesi Tenggara, Muhammad Burhan Menangis Sujud Syukur

Tarian yang dilakoni Kampung Ifar Besar mengisahkan perang suku leluhur umumnya di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Diberharap, semoga tarian yang ditampilkan dari sanggarnya bisa membuat seluruh penonton terhibur, dan bisa dapat mengenal tentang budaya di Papua.

"Kami harapkan apa yang kami tampilkan ini dapat menghibur seluruh penonton yang ada saat ini,"tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved