Breaking News:

Pendidikan

Sempat Alami Penolakan, Puskemas Kobakma Ajak Kepala Distrik Sukseskan BIAS

Pemberian imunisasi kepada siswa-siswi kelas 1, 2 dan 5 di SD Inpres Kobakma, Mamberamo Tengah sempat mengalami penolakan dari orang tua

Editor: Musa Abubar
Istimewa
Suasana Pemberian imunisasi kepada siswa-siswi kelas 1, 2 dan 5 di SD Inpres Kobakma, Mamberamo Tengah 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Pemberian imunisasi kepada siswa-siswi kelas 1, 2 dan 5 di SD Inpres Kobakma, Mamberamo Tengah sempat mengalami penolakan dari orang tua atau wali siswa-siswi.

Penolakan tersebut diakui Plt Puskesmas Kobakma, Yunita Ranni membuat pihaknya mengalami penundaan imunisasi hingga 1 minggu.

"Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) ini sangat sulit kami jalankan disini (Mamberamo Tengah) karena banyak hoax,"kata Yunita kepada Tribun-Papua.com, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Kesaksian Eks Cakrabirawa soal G30S PKI: Pak Untung dan Latief Pamit Soeharto Mau Nyulik Jenderal

Yunita menjelaskan, alasan penolakan tersebut karena para orang tua atau wali murid khawatir saat pemberian imunisasi, bukan imunisasi yang diberikan melainkan vaksin covid-19.

"Itu kendala besar kami. Itu yang jadi pergumulan kami,"ujar Yunita.

Maka, pihaknya harus melakukan penyuluhan berkali-kali bersama orang tua, guru, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) dan kepala Distrik untuk sosialisasi.

"Akhirnya setelah berkumpul, pada Rabu (29/9/2021)bisa dilaksanakan. Kepala Distrik kan yang punya hak ulayat dan paling didengar, nah kepala distrik sosialisasikan kepada kepala kampung dan orang tua atau wali agar anak-anak mereka mau di imunisasi,"katanya.

Baca juga: FKUB Minta Aparat Tindak Tegas Pengacau Keamanan di Papua

Juru Imunisasi Puskesmas Kobakma, Lulus Doa Rius mengatakan di SD Inpres Kobakma ada 41 siswa yang diimunisasi.

"21 siswa kelas 1, 13 siswa kelas 2 dan 7 siswa kelas 5 yang tadi diimunisasi. Nanti selanjutnya ada 2 sekolah lagi,"ujarnya.

Lulus mengatakan, untuk menghindari penolakan-penolakan pada sekolah-sekolah selanjutnya, pihaknya akan melakukan metode yang sama yakni berkomunikasi dengan kepala distrik dan mengumpulkan para orang tua atau wali murid lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved