Breaking News:

Papua Barat Terkini

Kebakaran Hebat di Manokwari, Martha Baransano: Hentikan Bangun Rumah di Tanah Kami

Data terbaru yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, pascamusibah tersebut tercatat kurang lebih 2.000 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Martha Baransano, Pemilik Hak Ulayat di Borobudur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.(Istimewa) 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Martha Baransano, salah satu pemilik hak ulayat, meminta para korban kebakaran agar tak lagi membangun rumah di Borobudur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Pasalnya, lokasi kebakaran tersebut merupakan tanah milik keluarganya dan berstatus telah bersertifikat.

"Kami meminta kepada siapapun untuk tidak lagi masuk membangun dan menempati lokasi tanah ini," ujar Baransano, kepada sejumlah awak media, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: 300 Rumah dan 1 Masjid Terbakar, Kapolres Manokwari: Masih Lakukan Olah TKP

Baransano menuturkan, ribuan jiwa yang menempati tanah milik keluarganya sudah puluhan tahun.

"Mereka hanya menempati tanah tersebut tanpa koordinasi dengan keluarga pemilik sertifikat," tuturnya.

Puluhan rumah di komplek Borobudur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dilahap api.
Puluhan rumah di komplek Borobudur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dilahap api. (Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun)

"Sudah kurang lebih 40 tahun mereka tinggal, namun tidak pernah ketemu dengan keluarga untuk minta izin."

Lewat kejadian ini, pihaknya meminta agar masyarakat tersebut menyetop pembangunan rumah di lokasi tersebut.

Baca juga: Menkopolhukam Bersama Mendagri Tinjau Venue Akuatik, Tonton DKI Vs Jatim

Selain itu, Baransano mengaku, sebagian warga yang menempati tanah milik keluarganya telah memiliki rumah layak huni.

Sementara, sebagian lagi pemerintah telah membantu untuk menyiapkan lahan untuk mereka tinggali seperti di daerah Maruni, Anday, Susweni, dan Arowi.

Baca juga: Kisah Pasukan Cakrabirawa Bentukan Soekarno: Diburu Hingga Lari ke Thailand Pasca G30S PKI

"Namun, mereka tidak tempati malah kembali ke pantai untuk bangun rumah kosan dan mereka sewakan," kata Baransano.

Selain itu, berdasarkan data terbaru yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, pascamusibah tersebut tercatat kurang lebih 2.000 jiwa kehilangan tempat tinggal. (*) 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved