Sabtu, 2 Mei 2026

Tokoh Agama Thaha Alhamid: Tak Bisa Dipisahkan dari Papua, Gus Dur Ada di Hati Semua Masyarakat

Direktur Wahid Foundation sekaligus putri dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Yenny Wahid mengunjungi beberapa tokoh Papua.

Tayang:
Editor: Claudia Noventa
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pada Jumat (29/7/2005) - UPDATE, Direktur Wahid Foundation sekaligus putri dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Yenny Wahid mengunjungi kediamana beberapa tokoh agama Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Direktur Wahid Foundation sekaligus putri dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Yenny Wahid mengunjungi kediamana beberapa tokoh agama Papua.

Yenny Wahid, menyambangi rumah sejumlah tokoh agama Papua yang berada di Jayapura, pada Kamis (30/9/2021).

Seorang tokoh perjuangan Papua, Thaha Alhamid, menjadi sosok pertama yang didatangi Yenny Wahid.

Yenny Wahid tengah bertanu ke rumah Thaha Alhamid, salah satu tokoh agama di Papua yang bersahabat dengan K. H. Abdurrahman Wahid, Jayapura, Papua, Kamis (30/9/2021).
Yenny Wahid tengah bertanu ke rumah Thaha Alhamid, salah satu tokoh agama di Papua yang bersahabat dengan K. H. Abdurrahman Wahid, Jayapura, Papua, Kamis (30/9/2021). (Istimewa via Kompas.com)

Baca juga: Mengenal Lokasi Pembukaan PON XX Papua, Stadion Lukas Enembe yang Mampu Tampung 40000 Penonton Lebih

Baca juga: Terbang ke Papua dan Bermalam di Jayapura, Presiden Jokowi Siap Membuka PON: Sampai Bertemu Besok

Menurut Thaha, kedatangan Yenny Wahid bertujuan untuk napak tilas jejak perjuangan Gus Dur dalam menanam dan memupuk perdamaian di tanah Papua.

Thaha yang juga menjabat sebagai Sekjen Presidium Dewan Papua (PDP) itu mengatakan bahwa Gus Dur ada di hati masyarakat Papua.

"Gus Dur tidak bisa dipisahkan dari Papua. Ia ada di dalam hati semua masyarakat Papua," ujar Thaha, melalui keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021).

Semasa hidupnya, sambung Thaha, Gus Dur dikenal sebagai tokoh humanis yang banyak memberi teladan bagi keutuhan persatuan bangsa.

Cerita teladan kedekatan Gus Dur dengan masyarakat Papua sudah banyak didengar dan diketahui khalayak ramai.

Salah satunya ketika Gus Dur mengembalikan nama Papua yang semula dinamakan Irian Jaya.

"Gus Dur juga memberikan sebuah kado yang setelah dibuka berisi bendera pusaka merah putih," kata dia.

Baca juga: Kronologi Suami Bakar Istri dan Anak Mereka yang Masih Kecil, Korban sedang Hamil Anak kedua

Di sisi lain, Thaha juga menjelaskan sejumlah tantangan berupa potensi konflik yang dihadapi Papua saat ini sehingga perlu usaha lebih untuk memperkuat perdamaian antarsesama masyarakat di Papua.

Tokoh agama kedua yang didatangi Yenny Wahid adalah Pastor Jhon Jonga yang sekaligus tokoh perjuangan Papua.

Dalam pertemuan tersebut, Jhon Jonga menyatakan bahwa tantangan warga Papua sangat kompleks, tidak terkecuali di bidang pendidikan.

Menurut dia, saat ini fasilitas pendidikan perlu diperbanyak untuk memupuk dan menanamkan nilai-nilai dasar perdamaian kepada warga Papua sejak dini.

Namun, niatnya untuk mendirikan sekolah seperti PAUD harus ia pendam karena keterbatasan yang ada.

"Dalam waktu dekat saya akan meresmikan sebuah klinik yang didedikasikan untuk kesehatan warga Papua," kata dia.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gus Dur Tidak Bisa Dipisahkan dari Papua, Ada di Dalam Hati Semua Masyarakat Papua

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved