ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Mengenang Gus Dur

Gus Dur Ada di Hati Semua Rakyat Papua

Kedatangan Yenny Wahid bertujuan untuk napak tilas jejak perjuangan Gus Dur dalam menanam dan memupuk perdamaian di tanah Papua.

Istimewa via Kompas.com
Yenny Wahid tengah bertanu ke rumah Thaha Alhamid, salah satu tokoh agama di Papua yang bersahabat dengan K. H. Abdurrahman Wahid, Jayapura, Papua, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Direktur Wahid Foundation sekaligus putri dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Yenny Wahid mengunjungi kediaman beberapa tokoh Papua.

Yenny Wahid, menyambangi rumah sejumlah tokoh agama Papua yang berada di Jayapura, pada Kamis (30/9/2021).

Seorang tokoh perjuangan Papua, Thaha Alhamid, menjadi sosok pertama yang didatangi Yenny Wahid.

Menurut Thaha, kedatangan Yenny Wahid bertujuan untuk napak tilas jejak perjuangan Gus Dur dalam menanam dan memupuk perdamaian di tanah Papua.

Thaha yang juga menjabat sebagai Sekjen Presidium Dewan Papua (PDP) itu mengatakan bahwa Gus Dur ada di hati masyarakat Papua.

Baca juga: Jokowi Resmikan 7 Venue PON di Papua, Pembukaan Berlangsung Hari Ini

"Gus Dur tidak bisa dipisahkan dari Papua. Ia ada di dalam hati semua masyarakat Papua," ujar Thaha, melalui keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021).

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa menjawab pertanyaan di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (29/7/2005). Gus Dur bersama sejumlah tokoh lintas agama membentuk Aliansi Masyarakat Madani untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, ia meminta Mahkamah Agung segera menggelar sidang mengenai Ahmadiyah.
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa menjawab pertanyaan di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (29/7/2005). Gus Dur bersama sejumlah tokoh lintas agama membentuk Aliansi Masyarakat Madani untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, ia meminta Mahkamah Agung segera menggelar sidang mengenai Ahmadiyah. (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Semasa hidupnya, sambung Thaha, Gus Dur dikenal sebagai tokoh humanis yang banyak memberi teladan bagi keutuhan persatuan bangsa.

Cerita teladan kedekatan Gus Dur dengan masyarakat Papua sudah banyak didengar dan diketahui khalayak ramai.

Baca juga: Atlet Wushu Papua Moria Monalu Melaju ke Final Memperebutkan Emas PON XX

Salah satunya ketika Gus Dur mengembalikan nama Papua yang semula dinamakan Irian Jaya.

"Gus Dur juga memberikan sebuah kado yang setelah dibuka berisi bendera pusaka merah putih," kata dia.

Di sisi lain, Thaha juga menjelaskan sejumlah tantangan berupa potensi konflik yang dihadapi Papua saat ini sehingga perlu usaha lebih untuk memperkuat perdamaian antarsesama masyarakat di Papua.

Tokoh agama kedua yang didatangi Yenny Wahid adalah Pastor Jhon Jonga yang sekaligus tokoh perjuangan Papua.

Dalam pertemuan tersebut, Jhon Jonga menyatakan bahwa tantangan warga Papua sangat kompleks, tidak terkecuali di bidang pendidikan.

Baca juga: 22.000 Aparat Gabungan Dikerahkan Amankan Pembukaan PON XX Papua 

Menurut dia, saat ini fasilitas pendidikan perlu diperbanyak untuk memupuk dan menanamkan nilai-nilai dasar perdamaian kepada warga Papua sejak dini.

Namun, niatnya untuk mendirikan sekolah seperti PAUD harus ia pendam karena keterbatasan yang ada.

"Dalam waktu dekat saya akan meresmikan sebuah klinik yang didedikasikan untuk kesehatan warga Papua," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved