Breaking News:

7 Juta Hektare Lahan di Papua Barat Berpotensi Ditanami Komoditas Pertanian, Ini Penjelasan Mentan

7 juta hektare (ha) di provinsi Papua Barat berpotensi ditanami komoditas tanaman pangan dan hortikultura.

(DOK. Humas Kementerian Pertanian)
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat berkunjung ke Kelurahan Klamasen, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Senin (4/10/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - 7 juta hektare (ha) di provinsi Papua Barat berpotensi ditanami komoditas tanaman pangan dan hortikultura.

Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Mentan SYL mengatakan dari 7 juta ha tersebut, sebanyak 11.000 ha lahan dapat ditanami jagung.

Hal tersebut disampaikan Mentan SYL saat mendampingi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) melakukan peninjauan dan penanaman jagung di Kelurahan Klamasen, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Kronologi Meninggalnya Mantan Bupati Yahukimo yang Picu Kericuhan, Ditemukan di Kamar Hotel

Baca juga: Fakta Kerusuhan di Yahukimo: Kronologi, Diduga Dipicu Kematian Mantan Bupati hingga 6 Orang Tewas

“Oleh karena itu, atas arahan Bapak Presiden, kami hadir di sini untuk bersama-sama membangun pertanian di Papua Barat khususnya di Kabupaten Sorong. Ini adalah amanat dan komitmen kita semua,” tutur Mentan SYL, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.

Sebagai informasi, Kabupaten Sorong merupakan penghasil tanaman palawija, salah satunya jagung.

Sebagai salah satu sentra produksi jagung, Kabupaten Sorong memiliki peran yang sangat besar dalam menunjang ketahanan pangan nasional, secara khusus di wilayah Papua Barat.

Selain palawija, Kabupaten Sorong juga memproduksi padi. Tercatat, pada 2020, produksi padi di Kabupaten Sorong mencapai 2.690 ton gabah kering giling. Jumlah ini setara dengan 1.543 ton beras.

Pada tahun yang sama, produksi jagung di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 775 ton.

Meski demikian, kata Mentan SYL, secara keseluruhan, lahan pertanian di Papua Barat masih belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Baca juga: Alasan Bocah SD Tewas setelah Minum Racun Masih Misteri, Diduga Salah Minum hingga Stres Sekolah

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved