Rabu, 3 Juni 2026

Manfaat Bayam Merah

Cara Tanam Bayam Merah Menggunakan Metode Hidroponik

Bayam merah adalah salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Tayang:
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Maickel Karundeng
mediatani.co
KESEHATAN - Sayut Bayam Merah. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Nadila Larajina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bayam merah adalah salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Hal ini karena bayam memiliki banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Bayam, biasanya tumbuh liar di pinggir jalan. Namun ternyata, bayam juga bisa ditanam secara hidroponik

Sekadar diketahui, hidroponik merupakan sebuah metode yang digunakan untuk membudidayakan tanaman.

Baca juga: Juliana Klariza, Atlet Angkat Besi Putri dari Jambi Raih Medali Emas di PON XX Papua

Dikutip dari petanidigital, berikut cara menanam bayam merah secara hidroponik.

Pertama, siapkan bahan-bahan berikut.
1. Biji bayam merah varietas unggul
2. Rockwool sebagai media tanam
3. Gergaji besi kecil untuk mengiris rockwool
4. Semprotan air atau sprayer untuk melembabkan rockwool
5. Tusuk sate untuk melubangi rockwool
6. Baki atau nampan untuk meletakkan media tanam
7. Rakit apung dengan sistem sederhana untuk menanam secara hidroponik

Berikut penanaman bayam merah menggunakan metode hidroponik.

Baca juga: Selama 2 Bulan Penghuni Panti Asuhan di Padang Ketakutan, Kawanan Monyet Menyerbu Masuk Tempat Tidur

Potong rockwool dengan ketebalan 2,5 cm kemudian iris memanjang rockwool hingga menjadi 3 bagian dengan kedalaman 1 cm kemudian iris lagi melintang hingga menjadi 6 bagian dengan kedalaman 1 cm.

Selanjutnya, lubangi masing-masing kotak rockwool dengan tusuk sate.
Tempatkan biji bayam merah di dalam lubang.

Masukkan 2 hingga 4 biji bayam merah di setiap lubang. Basahi atau semprot rockwool dengan sprayer hingga lembab, simpan di bawah sinar matahari.

Baca juga: Kepala Minimarket Bobol Toko Sendiri setelah Terlilit Utang dari Pinjol, Total Kerugian Rp 140 Juta

Setelah biji berumur 2 hari, akan tumbuh tunas atak kecambah. Pastikan Anda menjaga rockwool agar tetap lembab sehingga tuna bayam merah dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Ketika berumur 4 sampai 5 hari, benih benih merah akan mulai dilaksanakan daun-daun berukuran kecil.

Pada hari ke-7 hingga ke-8, benih bayam merah dan 2 helai daun yang tadinya sudah bermunculan akan semakin tinggi.

Baca juga: Tolak Naik Kendaraan KONI NTT, Ini Alasan Atlet Peraih Medali Emas PON Papua Pilih Pakai Mobil Pikap

Kapan bayam merah berumur 10 hari dan memiliki 3 sampai 4 helai daun, Anda bisa memisahkan setiap kotak rockwool.

Gunakan pemotong yang tajam untuk media tanam tersebut hingga benar-benar terpisah. Tempatkan rockwool di netpot dengan sumbu.

Kemudian simpan netpot Anda ke dalam rakit apung dengan sistem sederhana yang telah Anda buat sebelumnya.

Baca juga: Tim Takraw Kalsel Terhenti di Perempatfinal Nomor Double Event PON XX Papua 2021

Siapkan larutan nutrisi di tingkat 880 PPM. Setelah bayam merah berumur 17 hari, tingkatkan larutan nutrisi hingga 1.000 PPM dan 1.200 ppm pada hari ke-20.

Cara menanam bayam hidroponik ini akan bekerja dengan baik jika sistem hidroponik tersebut Anda letakkan di tempat dengan sinar matahari yang cukup.

Baca juga: Kalah Main Game Online, Bocah 11 Tahun Hajar Temannya di Lapangan Bola, Ibu Korban Lapor Polisi

Perhatikan juga air nutrisi, jangan sampai mengering dan kotor. Selalu cek daun, akar, dan batang bayam merah anda.

Setelah bayam merah berumur 30 hingga 40 hari, tanaman bayam merah sudah siap untuk dipanen.

Cabut langsung atau potong bayam merah di bagian batangnya. Batang yang tersisa akan bisa tumbuh lagi dan bisa Anda panen kembali.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved