Breaking News:

Covid 19 Papua

Update Data Covid-19 se-Papua terlambat 2 hari, Jubir Covid-19: Penyebabnya Kondisi Geografis

Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule kepada awak media secara virtual, termasuk Tribun-Papua.com Selasa malam (5/10/2021). 

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
COVID-19 DI PAPUA - Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule saat menerima bantuan 50 tabung oksigen dan konsentrator, di Base Ops Lanud Silas Papare, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pembaruan data terkini pasien Covid-19 di Provinsi Papua terlambat selama 2 hari untuk dihimpun, salah satu penyebabnya karena kondisi geografis wilayah. 

Hal itu diungkapkan Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule kepada awak media secara virtual, termasuk Tribun-Papua.com Selasa malam (5/10/2021). 

"Mengapa data kita yang kami sampaikan terlambat dua hari, karena kondisi di lapangan, data kami yang seharusnya real time, biasanya telat 1 sampai 1 setengah hari, karena kondisi geografis," jelasnya.

Baca juga: Orang Manado Sumbangkan Medali Emas untuk Papua

Hal itu juga mempengaruhi proses pengiriman data-data dari kabupaten, yang disampaikan ke Provinsi dan ke pusat. 

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan update data terakhir kasus positif Covid-19 Papua.

"Kondisi kami hari ini sesuai dengan data, jumlah kasus kita terkonfirmasi positif sebanyak 42.504 orang, per 3 Oktober 2021," sebutnya. 

Sementara itu menyangkut data cakupan imunisasi Covid-19, terhitung 4 Oktober 2021 pukul 20.05 WIT, cakupan imunisasi di Provinsi Papua, untuk dosis pertama 22,8 % dan dosis kedua 15,5 %.

Khusus untuk daerah2 pelaksanaan PON dan juga penyangga, didapatkan angka 58,2% untuk dosis pertama, dosis kedua 29,4%. 

"Merauke yakni 72,3% sementara Jayapura 59,3 %," rincinya.

Baca juga: Yohsep Theolifus Sumbang Medali Perak di Cabor Catur Untuk Papua

Sementara itu, terkait penanganan pasien Covid-19 selama PON XX, pihaknya belajar dari pengalaman menangani lonjakan kasus sebelumnya. 

"Penanganan dilakukan dari hulu ke hilir, di hulu kita tetap melaksanakan yang namanya 3 T yaitu Tracing, Test, dan Terapi," paparnya. 

Untuk dari hilirnya, pihaknya sudah menyiapkan rumah sakit, baik milik Pemprov, Pemkot dan Pemkab, serta rumah sakit mitra. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved