Tidak Diurus Pemilik, 3 Buaya Lepas dari Penangkaran yang Terbengkalai hingga Dipasang Garis Polisi
Polsek Sungai Gelam menutup dan memasang garis polisi di lokasi bekas penangkaran buaya di Desa Talang Kerinci, Provinsi Jambi.
TRIBUN-PAPUA.COM - Sebanyak 3 ekor buaya lepas dari tempat penangkaran yang terbengkalai.
Kini Polsek Sungai Gelam memutuskan untuk menutup dan memasang garis polisi di lokasi bekas penangkaran buaya tersebut.
Diketahui, lokasi penangkaran berada di Desa Talang Kerinci, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Baca juga: Kontingen Menembak Kalsel di Nomor 10 Meter Air Rifle Mixed Team Gagal Melaju ke Final
Baca juga: Sosiolog UI Ungkap Informasi Hoaks Penyebab Konflik di Yahukimo Papua Pecah
Selain untuk mengantisipasi kasus serangan buaya, Kepala Polsek Sungai Gelam Inspektur Polisi Dua (Ipda) Candra mengatakan, garis polisi dipasang agar masyarakat sekitar tidak memasuki area bekas penangkaran buaya itu.
Polisi khawatir masih ada buaya yang tertinggal atau sisa telur buaya yang masih di dalam.
Sebab, meski semua buaya sudah dipindahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, penangkaran buaya itu sudah lama tidak diurus pemiliknya.
"Kemungkinan besar seluruh buaya yang ada di dalam penangkaran ini sudah semuanya ditangkap dan dipindahkan sementara ke lokasi yang aman. Namun dikarenakan posisi sekarang air kolam dalam kondisi keruh, kita belum berani memastikan buaya di sini sudah dievakuasi semuanya," kata Candra seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/10/2021).
Sebelumnya, sebanyak 18 buaya hidup dipindahkan.
Tim BKSDA menemukan dua buaya yang mati.
"Sedangkan yang kami pindahkan tiga buaya yang berada di luar penangkaran atau lepas dari penangkaran, sehingga membuat panik warga sekitar penangkaran dan sepanjang aliran sungai setempat," kata dia.
Baca juga: Menpora Amali Berharap Kontingen PON Papua Terapkan Karantina Saat Tiba di Daerah Masing-Masing
Hasil evakuasi oleh tim BKSDA, ada 15 buaya yang diangkat dari kolam dan ada 2 buaya yang ditemukan mati.
Adapun pemilik penangkaran buaya telah dipanggil polisi, namun tidak hadir.
Petugas berencana mendatangi rumah pemilik penangkaran.
"Untuk izin, sudah mati atau bagaimana, pihak BKSDA yang mengetahuinya dan berkewajiban menjawab," kata Candra.
Petugas akan berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan memasang tanda peringatan.
Tanda itu dipasang karena belum bisa dipastikan apakah masih ada buaya atau sudah habis ditangkap.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 3 Buaya Lepas dari Sebuah Penangkaran yang Terbengkalai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-buaya.jpg)