Breaking News:

Demi Kembalikan Harkat dan Martabat Masyarakat, Ini Alasan Gus Dur Ubah Nama Irian Jaya Jadi Papua

Diketahui, Papua merupakan pulau yang berada di ujung timur Indonesia yang sebelumnya bernama Irian Jaya.

Editor: Claudia Noventa
KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO
Pemandangan Danau Anggi Gida dilihat dari sekitar Puncak Bukit Kobrey, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Senin (20/8/2018). Danau Anggi Gida berlokasi di Distrik Anggi Gida. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Tak banyak yang tahu, asal usul nama Papua memiliki perjalanan yang panjang seiring dengan interaksi antara bangsa asing dengan masyarakat Papua.

Diketahui, Papua merupakan pulau yang berada di ujung timur Indonesia yang sebelumnya bernama Irian Jaya.

Namun, sejak tahun 2003, provinsi ini dibagi menjadi dua provinsi, dengan bagian Timur tetap memakai nama Papua, sedangkan bagian barat menggunakan nama Papua Barat.

Raja Ampat di Papua Barat menjadi rumah bagi sekitar 1.500 spesies ikan, 500 spesies koral, dan lebih dari 600 hewan bawah laut.
Raja Ampat di Papua Barat menjadi rumah bagi sekitar 1.500 spesies ikan, 500 spesies koral, dan lebih dari 600 hewan bawah laut. (DOK. FREEPIK)

Baca juga: Nonton PON Papua sambil Wisata, Ini 5 Tempat yang Bisa Dikunjungi di Sekitar Stadion Lukas Enembe 

Baca juga: Resmikan 7 Venue PON di Papua, Jokowi: Manfaatkan sebagai Tempat Penjaringan Bibit Unggul Olahraga

Perubahan Nama Irian Jaya menjadi Papua

Pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah ini disebut sebagai Nugini Belanda atau Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea. 

Selama Revolusi Indonesia berlangsung, Belanda sudah melancarkan aksi polisi untuk mengambil wilayah Papua dari Republik Indonesia. 

Alasan Belanda menjajah Papua, karena Papua kaya akan hasil bumi. 

Namun, meskipun Belanda menjajah Papua, Belanda tetap ingin memerdekakan Papua, karena Belanda telah melakukan investasi besar di bidang keuangan dan ilmu pengetahuan sejak awal abad 19. 

Sayangnya, niatan Belanda ini juga diinginkan oleh Indonesia, di mana Indonesia ingin Papua bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Akhirnya, pada 27 Desember 1949, diselenggarakan Konferensi Meja Bundar.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved