Breaking News:

Demi Kembalikan Harkat dan Martabat Masyarakat, Ini Alasan Gus Dur Ubah Nama Irian Jaya Jadi Papua

Diketahui, Papua merupakan pulau yang berada di ujung timur Indonesia yang sebelumnya bernama Irian Jaya.

Editor: Claudia Noventa
KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO
Pemandangan Danau Anggi Gida dilihat dari sekitar Puncak Bukit Kobrey, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Senin (20/8/2018). Danau Anggi Gida berlokasi di Distrik Anggi Gida. 

Melalui konferensi tersebut, Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia. 

Kemudian, tahun 1963, setelah bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), wilayah ini disebut sebagai Provinsi Irian Barat sejak hingga 1973. 

Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto sewaktu meresmikan tambang tembaga dan emas freeport

Nama Irian Jaya terus digunakan secara resmi sampai terbitnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua.

Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2001, diamanatkan nama provinsi Irian Jaya diganti menjadi Papua

Masuk tahun 2003, muncul berbagai protes mengenai penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur. 

Akibatnya, Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia, di mana bagian Timur tetap memakai nama Papua, sedangkan bagian Barat menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (Papua Barat). 

Baca juga: Tangis Bahagia Warnai Kemenangan Tim Dayung Putri Papua di Nomor TBR 500 Meter

Alasan Gus Dur 

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa menjawab pertanyaan di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (29/7/2005). Gus Dur bersama sejumlah tokoh lintas agama membentuk Aliansi Masyarakat Madani untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, ia meminta Mahkamah Agung segera menggelar sidang mengenai Ahmadiyah.
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa menjawab pertanyaan di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (29/7/2005). Gus Dur bersama sejumlah tokoh lintas agama membentuk Aliansi Masyarakat Madani untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, ia meminta Mahkamah Agung segera menggelar sidang mengenai Ahmadiyah. (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Pada masa kepemimpinan Gus Dur sejak 1999 hingga 2001, Gus Dur meninggalkan bekas yang cukup mendalam bagi warga Papua

Dua bulan setelah dilantik, tanggal 30 Desember 1999, Gus Dur berkunjung ke Papua yang saat itu masih bernama Irian Jaya

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved