4 Fakta terkait Kerusuhan Berdarah di Yahukimo: Dalang Ditangkap hingga Dugaan Keterlibatan KNPB
Polda Papua telah menangkap dalang di balik kerusuhan berdarah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Minggu (3/10/2021).
TRIBUN-PAPUA.COM - Polda Papua telah menangkap dalang di balik kerusuhan berdarah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Minggu (3/10/2021).
Diketahui, dalam kerusuhan tersebut sekelompok massa mengamuk dan membakar sejumlah bangunan.
Tak hanya itu, enam warga juga dilaporkan tewas dalam kerusuhan tersebut.
Kerusuhan tersebut juga meninggalkan trauma bagi masyarakat hingga ribuan orang dilaporkan terpaksa mengungsi.
Baca juga: Sebelum Dibegal, Wanita yang Bawa Uang Rp 1,3 Miliar Naik Motor Sudah Merasa Dibuntuti 3 Orang
Baca juga: Ditawari Tumpangan ke Sekolah oleh Kenalan, Pelajar Malah Dibawa ke Hotel dan Dirudapaksa
Setelah sepekan berlalu, polisi mengamankan lebih kurang 56 orang yang diduga terlibat, termasuk tersangka utama berinisial MB.
Diduga kuat, kerusuhan itu berawal dari kabar kematian Mantan Bupati Yahukimo, Abock Busup di sebuah hotel di Jakarta.
Berikut ini fakta lengkapnya:
1. Diduga Termakan Hoaks
Direskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani menjelaskan, kerusuhan terjadi pada a Minggu pukul 12.10 WIT.
Saat itu sekelompok orang dari Suku Kimyal melakukan penyerangan pada masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah minggu di dalam Gereja Gidi Dekai.
Para pelaku menyerang warga dengan menggunakan senjata tradisional seperti panah dan parang serta alat tajam lainnya.
Tak hanya itu, para pelaku juga membakar rumah warga, Hotel Nuri UU dan kompleks Perumahan Bambu Dua.
Dugaan kuat, sejumlah oknum menyebarkan berita hoaks soal penyebab kematian Abock Busup dan akhirnya memicu kemarahan warga.
2. Dalang Kerusuhan Ditangkap
Faizal menjelaskan, kerusuhan di Yahukimo itu telah merenggut 6 korban jiwa dan 43 orang lainnya luka-luka.
"Masyarakat yang meninggal dunia enam orang yang salah satunya diduga adalah pelaku penyerangan. Seluruh jenazah masih disemayamkan di RSUD Yahukimo," katanya.
Sementara itu, dari informasi polisi, hingga Jumat (8/10/2021), tersangka kericuhan di Yahukimo menjadi 24 orang.
Setelah pendalaman, polisi menangkap meringkus tersangka utama kerusuhan di Distrik Dekai, berinisial MB. Saat ini MB telah digelandang ke Jayapura untuk diperiksa secara itensif.
"Pukul 04.30 WIT tadi pagi, target pelaku utama MB sudah ditangkap," ujar Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, melalui pesan singkat, Sabtu (9/10/2021).
Baca juga: Awalnya Bernama Irian Jaya, Ini Sejarah dan Alasan Gus Dur Menggantinya Jadi Papua demi Masyarakat
3. Dugaan Keterlibatan KNPB
Polisi menduga, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) terlibat dalam kerusuhan berdarah itu.
Alasannya, salah satu tersangka yang ditangkap polisi diketahui merupakan tokoh KNPB Yahukimo, yaitu Ruben Wakla.
"Yang saya tahu dari namanya itu Ruben Wakla," ujar Faizal, di Jayapura.
Seperti diketahui, selain Ruben, polisi telah mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat. Para tersangka sedang diperiksa di Polda Papua.
4. Masyarakat Trauma dan Mengungsi
Dampak dari kerusuhan itu, sebanyak 4.580 warga mengungsi mengamankan diri ke Polres Yahukimo dan Koramil Dekai.Selang dua hari, pada Rabu (6/10/2021), jumlah warga yang masih mengungsi dan meminta perlindungan sebanyak 3.609 orang.
Polisi mengatakan, kerusuhan massa itu membuat warga trauma dan ketakutan.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengungkap Fakta Kerusuhan Yahukimo, Tersangka Utama Ditangkap dan Diduga Dipicu Hoaks
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/yahukimo-membara.jpg)