Indonesia Terancam Sanksi WADA
KONI Bakal Bantu Lembaga Doping Jalankan Tugas Pasca-Indonesia Terancam Sanksi WADA
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman merespon kabar terkait kemungkinan adannya sanksi yang datang dari World Anti-Doping Agency (WADA).
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAYAPURA - Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman merespon kabar terkait kemungkinan adannya sanksi yang datang dari World Anti-Doping Agency (WADA).
Indonesia mendapatkan teguran dari WADA karena dianggap tidak patuh melakukan program anti-doping.
Selain Indonesia, ada dua negara lain yang juga ditegur oleh WADA yaitu Thailand dan Korea Utara.
Marciano Norman memastikan Indonesia sudah melayangkan pembelaan atau klarifikasi terkair adanya teguran yang datang dari WADA.
Baca juga: Voli Pantai Putri NTB Berjaya Berkat Racikan Agus Salim
Klarifikasi dibuat oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).
"Kita diberi waktu untuk memberikan klarifikasi, itu sudah dilaksanakan. Kita harus mendukung dan mendorong LADI dan lembaga doping Indonesia bisa melaksanakan tugas secara baik," Kata Marciano Norman kepada Tribun Network, Minggu (10/10/2021).
Menurut Marciano Norman, ada beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia ditegur oleh WADA.
Kondisi di Indonesia yang tidak ada event olahraga menyulitkan dalam pengambilan dan pengiriman sampel.
Jumlah sampel yang dikirimkan memang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan WADA.
Kendati demikian, dengan berjalannya event Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua di Indonesia memudahkan dalam pengiriman sampel ke WADA.
Selain itu, sejumlah kejuaraan di Indonesia sudah kembali berlangsung dan bisa mempermudah dalam pengiriman sampel.
Baca juga: Voli Pantai Putri NTB Berjaya Berkat Racikan Agus Salim
"Kita lihat kondisi bahwa beberapa hal tidak terpenuhi, sampel tidak terkirim karena tidak ada event. Kemudian Covid-19 ini sangat menyulitkan kita, PON saja ditunda 1 tahun," ungkapnya.
Lebih lanjut, KONI Pusat bakal memberikan support atau dukungan kepada LADI sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam mengambil sampel.
"Tapi kalau kita cermati statemen Menpora, kedepan LADI akan penuhi kewajibannya dan kita dorong. Itu satu-satunya yang saat ini lembaga doping Indonesia dibawah Menpora," kata dia.
Baca juga: Final Selam Laut PON XX Papua Hari Ini: Ada 2 Nomor Dimainkan
Segala kekurangan yang terjadi saat ini perlu mendapatkan perhatian dari banyak pihak untuk meningkatkan standar yang telah ditetapkan WADA.
"Apapun kekurangan harus kita cari solusinya. Tanpa itu akan berdampak negatif pada pembinaan olahraga," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/09102021-marciano_norman.jpg)