Budaya Papua
Makna Noken Bagi Mama Papua: Wadah Hasil Kebun Hingga Menggendong Bayi
Tas tradisional Noken merupakan salah satu identitas bagi masyarakat Papua, Noken mempunyai makna filosofis dan fungsional bagi mama-mama Papua.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tas tradisional Noken merupakan salah satu identitas bagi masyarakat Papua, Noken mempunyai makna yang fungsional bagi mama-mama Papua.
Sebagai warisan kebudayaan dunia yang telah diakui UNESCO pada 2012 silam, Noken memiliki peranan penting bagi mama-mama Papua, sebagai penunjang aktivitas sehari-hari.
Kaum perempuan di Papua biasanya membawa Noken dengan mengaitkannya di atas kepala, lalu melakukan berbagai pekerjaan.
Noken biasa ditenteng mama-mama Papua dalam kesehariannya untuk membawa hasil perkebunan berupa sayuran, umbi-umbian, dan juga dapat digunakan untuk membawa barang dagangan ke pasar.
Baca juga: Jadi Souvenir PON Papua, Ini Sejarah di Balik Tas Noken yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya
Kaum perempuan di Papua memang sangat dekat dengan Tas Noken, mulai proses merajut Noken dari serat kulit kayu, hingga menggunakannya sebagai busana.
Kelihaian jari jemari mama-mama Papua dalam merajut Noken, menjadikan tas khas bumi Cenderawasih ini sarat akan nilai-nilai budaya yang diturunkan, secara turun temurun.
Baca juga: Berkah PON, Noken Rajutan Mama-mama Meepago di Taman Imbi Laris
Anak-anak perempuan di Papua diharuskan belajar merajut Noken sejak dini, sebab Noken juga melambangkan kedewasaan.
Jika perempuan Papua belum bisa membuat Noken, sebenarnya dari sisi kebudayaan ia belum dianggap dewasa.
Secara umum, Noken memiliki simbol kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan bagi masyarakat di tanah Papua.
Terutama makna ini sangat tercermin di daerah Pegunungan Tengah Papua, khususnya Suku Mee, Damal, Yali, Dani, Lani dan Bauzi.
Noken Sebagai Tempat Menggendong Bayi
Selain sebagai tempat penyimpanan hasil perkebunan, dan juga dibuat menjadi busana, mama-mama Papua juga menggunakan Tas Noken, sebagai tempat untuk menaruh bayi.
Biasanya, bayi-bayi mungil sebagai penerus generasi itu, ditenteng sang mama Papua dengan Noken dari kepalanya.
Berjalan mengikuti mama, kemanapun mama pergi, menuju kebun atau ke pasar, serta dimana saja, Noken selalu menjadi pelindung bagi anak-anak Papua.
Baca juga: Tim Dayung Putra Jawa Barat Kembali Raih Medali Emas, Kali Ini Nomor TBR 500 Meter
Dari balutan kehangatan Noken, generasi emas Papua dirawat oleh sang Mama, hingga tumbuh menjadi manusia-manusia Papua yang tangguh, dan berdiri bersama alam.
Sebagai mahakarya wanita Papua, Noken sudah sepantasnya menjadi warisan yang nilai-nilainya dijunjung tinggi oleh setiap orang yang mengenakannya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/potret-mama-papua.jpg)