Breaking News:

Temannya Dinikahkan dengan Tokoh Agama, Siswi SMP di Maluku Gelar Aksi Tolak Pernikahan Dini

Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Namrole di Kabupaten Buru Selatan, Maluku gelar demo.

Sumber; Istimewa
Aksi protes pernikahan anak di bawah umur oleh ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole di Kabupaten Buru. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral di media sosial, sebuah videp memperlihatkan ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Namrole di Kabupaten Buru Selatan, Maluku berunjuk rasa.

Mereka memprotes seorang temannya yang menikah dengan tokoh agama.

Akun official @magdaleneid pun membagikan postingan berita aksi protes siswa itu di laman Instagram, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Fakta Siswa SMP Aniaya Siswi SD, Teman Bermain hingga Salah Paham karena Kirim Emoji Kepalan Tangan

Baca juga: Viral Video Pelajar SMP Laki-laki Aniaya Bocah SD Perempuan, Gegara Emoji Kepalan Tangan di Pesan WA

Dalam postingan tersebut, @magdaleneid ikut menyuarakan keprihatinannya akan pernikahan dini siswa SMP berinisial NK itu.

NK yang baru menginjakan kaki di bangku kelas III SMP dinikahkan orang tuanya dengan seorang ustaz asal Tangerang Selatan.

Selisih umur antara NK dan ustaz 15 tahun. 

Ayah NK diketahui adalah seorang pejabat publik di Buru Selatan.

“Di tengah kegelisahan karena angka perkawinan anak yang terus naik, kami terharu mendengar berita tentang aksi solidaritas guru dan teman-teman SMPN 01 Namrole yang turun ke jalan ketika salah satu muridnya dipaksa menikah,” tulis @magdaleneid.

Protes pun menyeruak usai pernikahan dini akhir September itu.

Aksi protes pernikahan anak di bawah umur oleh ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole di Kabupaten Buru. (Sumber; Istimewa)
Aksi protes pernikahan anak di bawah umur oleh ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole di Kabupaten Buru. (Sumber; Istimewa) ()

Baca juga: Pamit Keluar tapi Tak Kunjung Pulang, Bocah 14 Tahun Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Jembatan

Baca juga: Viral Video Pelajar SMP Laki-laki Aniaya Bocah SD Perempuan, Gegara Emoji Kepalan Tangan di Pesan WA

Tidak hanya para siswa, para guru juga ikut dalam aksi unjukrasa yang dipimpin langsung kepala sekolah, Selasa (4/10/2021) di Kantor Agama Buru Selatan.

Aksi bahkan berlanjut di DPRD serta kantor Bupati Buru Selatan.

Sejumlah tuntutan disuarakan para siswa, diantaranya menolak praktek pernikahan di bawah umur serta menuntut pemberian sanksi kepada aparatur negera yang terlibat dalam praktek tersebut.

Postingan @magdaleneid disukai lebih dari 14 ribu akun serta menuai dukungan di kolom komentar.

(*)

Berita daerah lainnya

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved