Breaking News:

Mengenal Sejarah Suku Asmat di Tanah Papua, Disebut Manusia Titisan Dewa yang Dikenal Tahun 1930

Suku Asmat yang berada di Tanah Papua merupakan suku terbesar di provinsi paling timur Indonesia.

Editor: Claudia Noventa
Huffington Post via Tribunnews
ILUSTRASI - Suku Asmat di Papua 

TRIBUN-PAPUA.COM - Suku Asmat yang berada di Tanah Papua merupakan suku terbesar di provinsi paling timur Indonesia.

Terdapat sebuah legenda yang menceritakan bahwa masyarakat Suku Asmat adalah titisan seorang dewa yang bernama Fumeripitsy.

Diketahui pada masa lalu, sang dewa turun ke bumi dan memulai petualangannya dari ufuk barat matahari terbenam.

Namun di tengah perjalanannya, Dewa Fumerispitsy berhadapan dengan seekor buaya raksasa.

Mereka bertarung dan Fumerispitsy berhasil mengalahkannya.

Sang Dewa terluka parah dan terdampar di sebuah tepian sungai, seperti dikutip dari Indonesiakaya.com.

ILUSTRASI Suku Asmat yang dikenal dengan hasil ukiran kayu unik
ILUSTRASI Suku Asmat yang dikenal dengan hasil ukiran kayu unik (onwestpapua via Tribun Travel)

Baca juga: Demi Kembalikan Harkat dan Martabat Masyarakat, Ini Alasan Gus Dur Ubah Nama Irian Jaya Jadi Papua

Di tengah kesakitannya, Sang Dewa berusaha bertahan hingga ia bertemu seekor burung flaminggo yang baik dan merawat luka Sang Dewa hingga sembuh.

Setelah sembuh, Sang Dewa tinggal di di wilayah tepian sungai dan membuat sebuah rumah untuk tinggal.

Ia juga mengukir dua patung yang sangat indah serta membuat genderang dengan suara yang nyaring.

Gendang itu ia gunakan untuk mengiringinya menari tanpa henti. Begitu dahsyatnya suara genderang hingga kedua patung yang diukir oleh Fumerispitsy menjadi hidup.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved