Breaking News:

PPKM Mikro

Strategi Penerapan PPKM Skala Mikro Jadi Upaya Paling Tepat Tangani Covid-19 di Indonesia

Kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro merupakan strategi yang paling berhasil selama penanganan Covid-19 di Indonesia

Editor: M Choiruman
Tribunnews.com
PAKAI HAZMAT - Anggota Kepolisian berpakaian hazmat menjaga demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di sekitar patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2021). Polisi membubarkan demonstrasi belasan aktivis BEM SI yang akan memperingati setahun pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja karena Jakarta masih berada pada PPKM level 3. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Upaya mengendalikan dan mencegah penyebaran Covid-19 terus dilakukan pemerintah Indonesia, mulai pusat hingga daerah bersama masyarakat.

Hingga saat ini upaya tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan, terbukti laju penambahan kasus aktif bisa ditekan. Tak ayal, sejumlah negara memuji penurunan kasus terkonfirmasi positif di Tanah Air.

Update Covid-19 di Papua dan Papua Barat, Selasa 12 Oktober 2021: Total Kasus 57.026

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting mengatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro merupakan strategi yang paling berhasil selama penanganan Covid-19 di Indonesia.

Ia mengatakan, sejak Maret 2020 terdapat sejumlah kebijakan yang diterapkan pemerintah mulai dari PSBB, PSBB yang dilonggarkan, PPKM berjilid hingga PPKM berskala mikro.

"Akhirnya kita di Januari ada PPKM 1 PPKM 2, kemudian skala mikro dan ternyata instrumen kita ini ternyata yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia," ujarnya dalam dialoh FMB 9 virtual, Selasa (12/11/2021).

Ungkap Kronologi 7 Atlet PON XX Tinggalkan Tempat Isolasi, Menpora: Kasihan Mereka Dibilang Kabur

Menurutnya keberhasilan ini tak lepas dari kerjasama pemerintah bersama masyarakat, TNI dan Polri.

"Penanganan Covid-19 sampai ke level keluarga melalui pos desa dan pos kekeluargaan ini mungkin yang tidak dilihat di negara lain. Jadi perjuangan bukan melawan musuh tapi melawan virus," imbuhnya.

Meski diakuinya penanganan Covid-19 melalui kebijakam PPKM skala mikro membutuhkan waktu namun hasilnya terbilang baik.

"Tidak sangka menjadi terbukti memberikan dampak yang baik walaupun secara bertahap tapi kita lihat waktu itu lonjakan kasus pada bulan Juli, lalu kita PPKM darurat bulan Juli, di bulan September kita sudah mulai terjadi pelonggaran dan di bulan 10 ini kita sudah melihat banyak kabupaten kota yang sudah PPKM level 1 dan 2," ujarnya.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Papua Capai 1 Juta Suntikan 

"Ini prestasi yang luar biasa hanya dalam hitungan bulan melihat berbagai luasnya Indonesia ada yang di pulau-pulau ada yang di pulau besar ada daerah terkecil tapi ternyata kita bisa melakukan pembatasan," lanjut Alexander.

Dalam posisi landainya kasus dan pencapaian PPKM pada level 1 dan 2 diharapkan masyarakat tidak boleh lengah.

Tetap harus waspada, demikian juga pemerintah dengan rumah sakit harus tetap pada kesiapannya.

"Tempat isolasi terpusat dan posko PPKM harus tetap bekerja. Kita harus mengawal PPKM ini. Jangan sampai terjadi lonjakan kasus itu kembali," pesannya. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved